Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PHK Massal di Michelin, Irma Suryani Desak Pemerintah Turun Tangan, Minta Diskresi Pajak dan Stimulus Darurat

📅 Selasa, 04 Nov 2025, 17:43 WIB | Oleh:
PHK Massal di Michelin, Irma Suryani Desak Pemerintah Turun Tangan, Minta Diskresi Pajak dan Stimulus Darurat Doc: Instagram
Ket. Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani.

JAKARTA - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal kembali mengguncang dunia industri Indonesia. Kali ini, pabrik ban raksasa Michelin di Cikarang menjadi sorotan setelah secara resmi melakukan PHK terhadap sejumlah besar karyawannya. 

Keputusan itu sontak menuai perhatian tajam dari anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, yang menilai langkah tersebut sangat memprihatinkan di tengah ekonomi global yang masih goyah.

Irma menegaskan, pemerintah tidak boleh tinggal diam menghadapi fenomena PHK yang makin marak. 

“Pemerintah harus turun tangan secara serius, bukan hanya dengan imbauan, tapi juga mediasi nyata serta pemberian stimulus dan diskresi bagi dunia usaha,” tegas Irma usai menghadiri Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara II, Senayan, Selasa (4/11/2025).

Menurutnya, PHK di Michelin merupakan dampak nyata dari turunnya daya beli masyarakat yang membuat permintaan produk industri ikut melemah. 

Hal ini menciptakan ketidakseimbangan antara permintaan (demand) dan pasokan (supply), sehingga perusahaan terpaksa melakukan efisiensi dengan mengorbankan pekerja.

Irma menilai, solusi terbaik bukan dengan mem-PHK, melainkan dengan kebijakan ekonomi yang berpihak. 

Ia mendesak agar pemerintah memberikan stimulus fiskal dan diskresi perpajakan bagi perusahaan yang berjuang bertahan di tengah tekanan ekonomi. 

“Kalau perusahaan diberi ruang bernafas lewat insentif pajak, mereka bisa tetap beroperasi tanpa harus mengorbankan tenaga kerja,” ujarnya.

Lebih lanjut, politisi dari Fraksi NasDem itu mengungkapkan bahwa Komisi IX DPR tengah menyusun revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan sebagai bentuk proteksi terhadap pekerja. 

Salah satu poin penting dalam rancangan tersebut adalah agar PHK, termasuk yang terjadi karena alasan kepailitan, tidak bisa dilakukan secara sepihak tanpa pengawasan DPR.

“Kami ingin memastikan tidak ada perusahaan yang berlindung di balik alasan pailit untuk memecat pekerja seenaknya. DPR harus ikut menilai apakah benar pailit atau hanya pura-pura pailit,” tegasnya dengan nada kritis.

Irma juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara kepentingan buruh dan perusahaan. Ia menegaskan, upah pekerja seharusnya dilihat sebagai investasi produktif, bukan beban biaya. 

“Kalau gaji selalu dianggap beban, kesejahteraan tak akan pernah meningkat. Tenaga kerja itu aset penting yang justru menentukan keberlanjutan perusahaan,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.