Menuju Akhir Negosiasi: Tarif Resiprokal RI–AS Tuntas November Ini
📅 Selasa, 04 Nov 2025, 17:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Kemenko Perekonomian
JAKARTA – Tanpa negosiasi, Amerika Serikat (AS) sempat mengancam akan memberlakukan tarif hingga 32% untuk produk dari Indonesia, yang secara drastis akan mengurangi daya saing ekspor Indonesia di pasar AS.
Melalui negosiasi, Indonesia berhasil menurunkan tarif ekspornya ke AS menjadi 19%, yang lebih rendah dari ancaman awal dan bahkan lebih rendah dari beberapa negara lain (seperti Vietnam), sehingga menjaga kelangsungan ekspor produk padat karya seperti tekstil dan alas kaki.
Selain itu, kebijakan tarif AS yang cenderung proteksionis memicu ketidakpastian ekonomi global. Negosiasi membantu Indonesia untuk menstabilkan kondisi pasar dan mencari solusi jangka panjang di tengah ketegangan perdagangan internasional.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menargetkan perundingan tarif resiprokal yang diterapkan Amerika Serikat (AS) terhadap produk Indonesia, rampung pada November 2025. "Ya, bulan ini, November," kata dia yang ditemui di Jakarta, Selasa (4/11).
Disampaikan Mendag, perundingan dengan Amerika Serikat dalam menetapkan tarif balasan tersebut dilakukan pemerintah secara hati-hati dengan memperhatikan posisi tawar-menawar (bergaining positions) Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, pemerintah menginginkan agar produk-produk Indonesia yang tak diproduksi oleh AS bisa mendapatkan tarif resiprokal 0 persen.
"Kita ingin produk-produk kita yang tidak diproduksi oleh Amerika, tetapi diekspor ke sana yang mendapatkan 0 persen," kata dia.
Minggu depan, lanjut Mendag, pihaknya akan melakukan perundingan kembali dengan Amerika Serikat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan negosiasi tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) masuk ke tahap finalisasi, setelah mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump.
"Sekarang, finalisasi perjanjian dengan Amerika Serikat yang principle agreement-nya sudah disetujui oleh Bapak Presiden Prabowo dan Presiden Trump," ucap Airlangga pada Oktober lalu.
Saat ini, lanjut Airlangga, sedang dilakukan penyusunan dokumen hukum atau legal drafting secara intensif ihwal kesepakatan antara Indonesia dengan Amerika Serikat.
Ia berharap tahap tersebut bisa berlangsung cepat.
Terkait dengan komoditas yang akan dibebaskan dari tarif, Airlangga menjelaskan bahwa pada prinsipnya pembebasan tarif akan diberlakukan kepada komoditas yang bisa ditanam di Indonesia, tetapi tidak bisa ditanam di Amerika Serikat.
"Begitu juga sebaliknya. Artinya, seperti kelapa sawit, kakao, coklat, itu mereka memberikan tarif nol," tutur Airlangga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!