Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

RI Belum Optimalkan Peluang Kerja LN

📅 Selasa, 28 Jul 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
RI Belum Optimalkan Peluang Kerja LN Doc: istimewa
Ket. Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)

JAKARTA – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menyoroti masih besarnya kesenjangan antara kebutuhan tenaga kerja di luar negeri dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Dari 301.049 lowongan kerja luar negeri yang tersedia, baru 77.158 posisi atau sekitar 25,6 persen yang berhasil diisi pekerja migran Indonesia.

Data tersebut disampaikan Menteri P2MI Mukhtarudin saat membuka Pasim International Job Fair 2026 sekaligus meresmikan Program SMK PASIM Go Internasional di Pusat Pendidikan dan Pelatihan PASIM, Kota Sukabumi, Senin (27/7).

Mukhtarudin mengatakan pasar kerja global saat ini menghadapi tantangan penuaan penduduk (aging population), terutama di negara-negara maju yang membutuhkan tambahan tenaga kerja dari luar negeri. Di sisi lain, Indonesia tengah menikmati bonus demografi yang menjadi peluang besar apabila didukung SDM yang kompeten.

"Berdasarkan data SIP2MI per 25 Juli 2026, dari 301.049 lowongan kerja luar negeri yang tersedia, Indonesia baru dapat mengisi 77.158 lowongan atau 25,6 persen. Artinya, masih ada 223.891 lowongan atau 74,4 persen yang belum terpenuhi akibat tantangan kompetensi dan kemampuan bahasa," ujar Mukhtarudin.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah menargetkan pengiriman 500.000 pekerja migran Indonesia terampil atau kategori medium-high skill secara bertahap sepanjang periode 2026–2029 sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Sebagai upaya memperluas akses kerja luar negeri, Pasim International Job Fair 2026 menghadirkan 30 Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dengan lebih dari 5.000 peluang kerja di sektor konstruksi, perhotelan (hospitality), manufaktur, dan pertanian untuk penempatan di Jepang, Korea Selatan, hingga sejumlah negara di Eropa.

Mukhtarudin menilai kegiatan tersebut menjadi solusi untuk menjembatani kebutuhan tenaga kerja daerah dengan tingginya permintaan pasar internasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2026, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Sukabumi masih mencapai 8,19 persen atau sekitar 29.871 orang, lebih tinggi dibanding rata-rata Provinsi Jawa Barat yang sebesar 6,77 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Lando Norris Panaskan Persaingan Gelar Formula 1 2026

31 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Lando Norris Panaskan Persa...
Olahraga
Kontroversi Sponsor Russia ...

Tiongkok Luncurkan Robot Serigala UGV AS2-W Baru

43 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tiongkok Luncurkan Robot Se...

RI Belum Optimalkan Peluang Kerja LN

44 menit yang lalu | Lukman

Ekonomi
RI Belum Optimalkan Peluang...
Ekonomi
Pemerintah Perlu Percepat P...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...
Kunci Skuad Garuda Atasi Kamboja, Bung Kusnaeni Beri Masukan Begini!

Kunci Skuad Garuda Atasi Kamboja, Bung Kusnaeni Beri Masukan Begini!

27 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.