Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkomdigi Dorong Pos Indonesia Segera Lakukan Digitalisasi Penyaluran BLT

📅 Senin, 03 Nov 2025, 10:05 WIB | Oleh:
Menkomdigi Dorong Pos Indonesia Segera Lakukan Digitalisasi Penyaluran BLT Doc: RRI/Josua Sihombing
Ket. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid

BADUNG - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, mendorong PT Pos Indonesia melakukan digitalisasi penyaluran bantuan langsung tunai (BLT). Hal itu disampaikannya dalam pengecekan penyaluran BLT di Kabupaten Badung, Bali.

Menkomdigi mengatakan, dengan digitalisasi tersebut, masyarakat keluarga penerima manfaat (KPM) dapat secara cepat memperoleh hak bantuannya. Sehingga, digitalisasi dinilai akan lebih mengefisienkanpenyaluran BLT.

Hal ini merujuk pada data penerima manfaat BLT yang ditetapkan pemerintah mencapai 35 juta KPM. Dari jumlah tersebut, sekitar 17,3 juta keluarga penerima mendapatkan bantuan melalui Kantor Pos Indonesia d.

"Angka 35 juta ini angka yang besar. (Data KPM) ini juga harus bisa lebih efisien kita kelola. Jadi, memang kita juga harus menyiapkan digitalisasi untuk terus mempercepat layanan," kata Meutya dalam sambutannya pada acara penyerahan BLT, di Kantor Pos Blahkiuh Abiansemal, Kabupaten Badung, Minggu (2/11).

Lebih lanjut, Menkomdigi mengungkapkan bahwa digitalisasi tersebut merupakan jawaban atas masih adanya keterlambatan penyaluran BLT. Namun hal itu, ditekankan Meutya, tidak mengurangi keprihatinan terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan tersebut.

"Tadi sebagaimana disampaikan, mungkin masih ada keterlambatan di satu dua titik, bagaimana kita percepat dengan digitalisasi. Digitalisasi tidak berarti menghilangkan empati atau kedekatan kita dengan penerima-penerima manfaat," ujar dia.

Senada hal itu, Plt Direktur Utama PT Pos Indonesia, Haris, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan digitalisasi penyaluran BLT. Digitalisasi itu dilakukan Pos Indonesia dengan mengklombinasikan sistem pembayaran langsung kepada rekening keluarga penerima manfaat.

Namun, hal tersebut baru dapat dilakukan kepada KPM yang sebelumnya telah memiliki rekening giro milik PT Pos Indonesia. Meski rekening itu telah lama nonaktif, Haris menjelaskan bahwa dengan melakukan pemindaian, maka rekening tersebut secara otomatis terbuka kembali.

"Kami beri namanya surat pemberitahuan yang di dalamnya ada barcode, dan pada saat barcode dipindai oleh aplikasi kami (Pos Giro Cash, red), itu secara otomatis kalau benar orangnya, akan membuka blokir rekeningnya tadi. Baru kemudian BLT kami salurkan secara tunai," ujar Haris. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Daerah
BNPB: Tanggul Jebol Picu Ba...

Lorong Bendera Merah Putih di Tasikmalaya

13 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Lorong Bendera Merah Putih ...

Pelatihan pembuatan roti dan kue di Jakarta

18 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pelatihan pembuatan roti da...
Daerah
Gunung Lewotobi Laki-Laki A...
Rona
Pemusatan latihan Gita Baha...

Kejuaraan Seluncur Es Terbuka Asia 2026

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Olahraga
Kejuaraan Seluncur Es Terbu...

Realisasi PNBP Sumatera Selatan

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Realisasi PNBP Sumatera Sel...

Optimalisasi pengelolaan sampah TPS 3R

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Optimalisasi pengelolaan sa...

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.