KLH: Indonesia Tegaskan Komitmen Hijau Jelang COP30 di Brasil
📅 Senin, 03 Nov 2025, 13:40 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: KLH
JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menegaskan komitmen kepemimpinan hijau Indonesia menjelang pelaksanaan Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP30). COP30 tahun ini sendiri, rencanannya akan digelar di Belém, Brasil, pada 6–21 November 2025.
Sebagai bentuk tanggung jawab ekologis atas emisi penerbangan jarak jauh menuju COP30, Delegasi Republik Indonesia melaksanakan aksi tanam pohon produktif. Penanaman dilakukan di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
“Gerakan ini menunjukkan bahwa setiap langkah diplomasi internasional yang kita tempuh selalu diiringi dengan aksi nyata di dalam negeri. Inilah makna sejati dari Think Globally, Act Locally,” ujar Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, Senin (3/11).
Ia menjelaskan, perjalanan udara Jakarta–São Paulo sejauh sekitar 16.000 kilometer. Menurut di, hal itu menghasilkan emisi rata-rata 2,6 ton CO₂ per orang untuk satu kali perjalanan pulang-pergi.
Melalui penanaman berkelanjutan, setiap pohon dewasa dapat menyerap sekitar 30–50 kilogram CO₂ per tahun. Sehingga aksi kolektif ini akan memberikan kontribusi nyata terhadap penyerapan emisi karbon dari waktu ke waktu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penanaman pohon di KHDTK Sukamakmur dilakukan pada area berkontur miring yang rawan erosi dan longsor. Adapun jenis yang ditanam merupakan Multi-Purpose Tree Species (MPTS) seperti alpukat, durian, mangga, dan jambu.
“Jenis-jenis pohon tersebut tidak hanya memperkuat perlindungan tanah dan air, tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Keberhasilan agenda iklim tidak berhenti pada dokumen dan forum internasional, melainkan tercermin dari kesinambungan aksi di lapangan,” ucap Hanif.
Menteri Hanif menambahkan, langkah tersebut menjadi wujud konkret implementasi transisi menuju pembangunan rendah karbon. Dimana melibatkan kolaborasi pentaheliks antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Dengan pendekatan ini, setiap misi diplomatik juga merupakan misi lingkungan. Jejak karbon perjalanan diimbangi dengan tanggung jawab ekologis yang terukur,” ujar dia.
Indonesia akan memasarkan kredit karbon pada Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa atau COP30. Pemasaran dilakukan melalui sesi Seller Meet Buyer (SMB) di Paviliun Indonesia yang berada di arena COP30 UNFCCC.
Sementara itu Kepala Biro Humas KLH, Yulia Suryanti, mengatakan pemerintah belum menetapkan target transaksi kredit karbon di COP30. Hal tersebutkarena sesi Seller Meet Buyer merupakan inisiatif perdana Indonesia di forum global.
“Tujuan SMB untuk mempromosikan bahwa Indonesia sudah memiliki berbagai proyek karbon. Di SMB ini kita menyampaikan apa saja proyeknya dan di mana lokasinya, sehingga pihak luar bisa membeli dan bertransaksi langsung," ujar Yulia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!