Di KTT APEC, Prabowo Akui RI Tertinggal di Sektor Pendidikan
📅 Senin, 03 Nov 2025, 01:05 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: istimewa
JAKARTA - Presiden RI, Prabowo Subianto, secara terbuka, mengajak negara anggota Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) untuk membantu Indonesia mengejar ketertinggalan di sektor teknologi dan pendidikan.
Presiden, saat berbicara dalam APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) sesi ke-2 di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Korea Selatan, Sabtu (1/11), menilai bahwa kesenjangan kualitas sumber daya manusia menjadi tantangan utama bagi Indonesia dalam menghadapi kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
“Karena itu, kami mendukung kerja sama APEC untuk meningkatkan keterampilan digital. Selain itu, dalam bidang pendidikan, kami menyadari bahwa Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan ekonomi-ekonomi APEC lainnya," katanya diikuti dalam jaringan (daring) Sekretariat Presiden di Jakarta, Minggu.
Kepala Negara menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen mempercepat reformasi pendidikan nasional serta mendorong partisipasi Indonesia dalam berbagai program peningkatan kapasitas teknologi lewat kerja sama APEC.
Ia menilai kolaborasi internasional menjadi kunci untuk memperkuat kemampuan bangsa dalam menghadapi era digital dan perubahan demografi yang cepat.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami juga ingin berpartisipasi dalam seluruh upaya APEC untuk meningkatkan kapasitas di bidang teknologi. Selain itu, kami berkomitmen memberdayakan usaha kecil serta memperkuat sistem kesehatan dalam menghadapi perubahan demografi," katanya.
Presiden Prabowo menekankan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memastikan kemandirian bangsa di bidang teknologi sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Kita harus memastikan kendali atas teknologi berada di tangan kita sendiri, dan saya percaya melalui kerja sama dengan APEC, kita dapat mencapai hal tersebut,” kata Prabowo.
Sebaiknya Anda baca juga:
Uji Solidaritas
Menanggapi harapan Presiden Prabowo, Wakil Rektor Tiga, Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam mengatakan, rasa kebersamaan negara-negara anggota APEC akan diuji oleh permintaan bantuan presiden tersebut.
“Permintaan presiden tersebut akan menguji kesolidan APEC dan sejauh mana negara-negara punya kepedulian satu sama lain. Ini karena ketertinggalan teknologi dan pendidikan suatu negara akan membuat negara itu menjadi pasar potensial bagi negara lain karena negara lebih bergantung untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa yang tidak dapat mereka penuhi sendiri,” kata Surokim.
Meskipun belum ada jawaban pasti namun tidak ada salahnya pemerintah optimis mengajak kerja sama. “Mungkin kita bisa memberi kompensasi lain dari kelebihan sumber daya yang ada di Indonesia,” pungkas Surokim.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!