Merah Flamboyan di Kupang: Festival Sepe Hadirkan Pesona Kota yang Berbunga Sebagai Daya Tarik Wisata
📅 Minggu, 02 Nov 2025, 23:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Yoseph Boli Bataona)
KUPANG – Promosi ikon wisata dan budaya menjadi elemen kunci untuk membangun kesadaran, menarik minat wisatawan, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta melestarikan warisan budaya.
Tanpa promosi yang efektif, potensi objek wisata tidak akan dikenal luas, yang berdampak pada rendahnya tingkat kunjungan wisatawan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang mengatakan Festival Sepe 2025 sebagai upaya mempromosikan bunga sepe atau flamboyan (Delonix regia) sebagai ikon wisata dan budaya di ibu kota Nusa Tenggara Timur tersebut.
“Festival ini bukan sekadar menampilkan pesona bunga flamboyan, tetapi juga untuk meneguhkan sepe sebagai ikon budaya dan identitas Kota Kupang,” kata Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis di Kupang, Sabtu (1/11).
Ia menjelaskan festival tersebut turut memperkenalkan tenun bermotif bunga sepe sebagai ciri khas Kota Kupang. Sejak pertama kali ditemukan pada 2021, motif sepe telah resmi memperoleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kementerian Hukum RI.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui kegiatan ini kita merawat warisan, menumbuhkan kebanggaan. Dan menanamkan nilai-nilai budaya pada generasi muda agar mereka mencintai daerahnya dengan cara yang kreatif dan bermakna.
“Tugas kita semua sebagai warga kota Kupang untuk mulai memperkenalkan motif daerah sendiri yaitu motif sepe,” katanya menambahkan.
Ia menambahkan festival tersebut dilaksanakan di Taman Nostalgia sebagai pusat kegiatan Saboak Koepan, event UMKM setiap akhir pekan.
“Atas arahan Bapak Wali Kota Christian Widodo, lokasi ini dipilih agar semangat budaya dan ekonomi kreatif dapat berpadu menjadi satu gerak bersama,” katanya.
Serena juga mendorong agar Festival Sepe menjadi perayaan tahunan sehingga menggerakkan ekonomi kreatif sekaligus melestarikan budaya lokal bagi generasi muda.
Sementara itu, Ketua Panitia dari Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Kupang Margarita Salean, menjelaskan selain untuk memperkenalkan sepe sebagai identitas budaya, festival tersebut juga bertujuan mempromosikan Kupang sebagai daerah tujuan wisata.
“Dengan terselenggaranya berbagai event kreatif membuat Kupang bukan hanya menjadi tempat transit tetapi juga menjadi destinasi wisata yang menarik,” katanya.
Ia mengatakan festival yang berlangsung pada 1-2 November 2025 dilaksanakan berdekatan dengan musim mekar bunga sepe menjelang akhir tahun.
Adapun rangkaian kegiatan festival yaitu lomba tenun motif sepe (tingkat SMA dan mahasiswa), lomba fashion show tenun sepe (SD dan SMA), lomba mewarnai anak (PAUD dan TK), pentas tari dan musik, serta bazar UMKM dan komunitas lokal di Kupang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!