Menkomdigi: Penyaluran Bansos via Pos, Jangkau ke Pelosok
📅 Minggu, 02 Nov 2025, 23:05 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: RRI/Josua Sihombing
BADUNG - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid mengatakan, PT Pos Indonesia dapat menjadi garda terdepan dalam penyaluran bantuan langsung tunai (BLT). Hal itu diungkapkannya saat meninjau dan memberikan simbolis BLT ke masyarakat di Kantor Pos Blahkiuh, Kabupaten Badung, Bali.
Pos Indonesia memiliki Layanan Pos Universal (LPU) yang dapat menjangkau masyarakat hingga ke pelosok daerah. Sehingga menurutnya, dalam menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto terkait kebijakan insentif ekonomi dapat berjalan hingga tepat sasaran.
"Dalam hal bansos, (LPU) kaki-tangan pemerintah untuk bisa masuk hingga ke titik-titik pelosok termasuk daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Ini dalam kerangka memberikan banyak hal, banyak layanan termasuk adalah bantuan sosial berupa BLT hingga ke titik-titik paling kecil di berbagai wilayah di Indonesia," kata Meutya dalam sambutan penyaluran BLT, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (2/11).
Program Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Masyarakat (BLT Kesra) telah diluncurkan pemerintah pada 17 Oktober 2025 lalu. Program tersebut menargetkan 35 juta keluarga penerima manfaat (KPM), dengan perkiraan menjangkau 140 juta masyarakat di seluruh Indonesia.
Sementara itu Plt Direktur Utama (Dirut) PT Pos Indonesia, Harris, menuturkan, pihaknya terus melakukan pengecekan data penerima BLT Kesra. Hal ini dijelaskannya untuk memastikan penyaluran BLT sesuai dengan skema yang telah ditentukan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengecekan data tersebut dijelaskannya dilakukan bersama-sama dengan data yang dimiliki Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerua Keuangan (Kemenkeu). Dari 35 juta target penerima manfaat ia mengungkapkan terdapat 18 juta di antaranya disalurkan melalui Pos Indonesia.
"Dari 17 juta ini, fix yang tidak punya rekening sama sekali 7,5 juta, kemudian sisanya ada 11,5 juta itu sedang dikonfirmasi ke Himbara. Berdasarkan pertemuan kemarin di Menko Perekonomian, fix bahwa yang 11 juta ini hanya 900-an ribu yang rekeningnya aktif, sehingga bisa dipastikan bahwa penerima bansos BLT Kesra lewat pos lebih kurang 18 juta," ujar dia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!