Asal Usul Tradisi Halloween Klasik yang Masih Dilakukan hingga Sekarang
📅 Jumat, 31 Okt 2025, 12:23 WIB | Oleh: Lili LestariKetiga, tradisi trick-or-treat Amerika modern berasal dari "belsnickeling", sebuah tradisi Natal Jerman-Amerika di mana anak-anak akan mengenakan kostum dan kemudian memanggil tetangga mereka untuk melihat apakah orang dewasa dapat menebak identitas orang yang menyamar.
Kucing Hitam
Gagasan dihantui oleh kucing hitam sudah ada sejak Abad Pertengahan, ketika kucing hitam ini dianggap sebagai simbol Iblis. Berabad-abad kemudian, para penyihir yang dituduh sering ditemukan memelihara kucing, terutama yang hitam, semakin memperburuk keadaan. Orang-orang mulai percaya bahwa kucing-kucing tersebut adalah penyihir—entitas supernatural yang akan membantu praktik sihir gelap mereka—dan sejak saat itu, kucing hitam dan kengerian dikait-kaitkan.
Lilin dan Api Unggun
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagian besar sejarah awal Halloween, api unggun yang menjulang tinggi digunakan untuk menerangi jalan bagi jiwa-jiwa yang mencari kehidupan setelah kematian. Saat ini, menyalakan lilin umumnya telah menggantikan api unggun tradisional yang besar.
Kelelawar
Kelelawar kemungkinan besar hadir pada perayaan proto-Halloween paling awal, tidak hanya secara simbolis tetapi juga secara harfiah. Sebagai bagian dari Samhain, bangsa Celtic menyalakan api unggun besar, yang menarik serangga, yang pada gilirannya, menarik kelelawar. Tak lama kemudian, melihat kelelawar menjadi identik dengan festival tersebut. Cerita rakyat abad pertengahan memperluas keseraman kelelawar dengan sejumlah takhayul yang dibangun di sekitar kepercayaan bahwa kelelawar adalah pertanda kematian.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!