Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Asal Usul Tradisi Halloween Klasik yang Masih Dilakukan hingga Sekarang

📅 Jumat, 31 Okt 2025, 12:23 WIB | Oleh:
Asal Usul Tradisi Halloween Klasik yang Masih Dilakukan hingga Sekarang Doc: Library of Congress
Ket. Jack-o-Lantern, lentera yang terbuat dari labu yang diukir menjadi tradisi di malam perayaan Halloween

Mengukir labu, memberi permen kepada orang atau anak-anak yang datang, dan mengenakan kostum seram adalah sejumlah tradisi Halloween yang telah lama dikenal dan dilakukan hingga saat ini.

Namun, perayaan Halloween sebetulnya berakar pada festival Celtic kuno Samhain, sebuah perayaan keagamaan pagan untuk menyambut panen di akhir musim panas, ketika orang-orang menyalakan api unggun dan mengenakan kostum untuk mengusir hantu.

Pada abad ke-8, Paus Gregorius III menetapkan tanggal 1 November sebagai waktu untuk menghormati orang-orang kudus. Tak lama kemudian, Hari Raya Semua Orang Kudus (All Saints Day) menggabungkan beberapa tradisi Samhain. Malam sebelum Hari Raya Semua Orang Kudus, yakni tanggal 31 Oktober, dikenal sebagai All Hallows Eve, atau malam Halloween.

Berikut ini sekilas asal-usul tradisi Halloween klasik yang kita kenal sekarang, diringkas dari Library of Congress.

Mengukir Jack-o’-Lantern

Tradisi mengukir Jack-o’-Lantern berasal dari Irlandia dengan menggunakan lobak, bukan labu. Tradisi ini konon didasarkan pada legenda tentang seorang pria bernama Stingy Jack yang berulang kali menjebak Iblis dan hanya melepaskannya dengan syarat Jack tidak akan pernah masuk Neraka. Namun, ketika Jack meninggal, ia menyadari bahwa Surga juga tidak menginginkan jiwanya, sehingga ia terpaksa mengembara di Bumi sebagai hantu untuk selamanya.

Iblis memberi Jack bongkahan batu bara yang menyala di dalam lobak yang diukir untuk menerangi jalannya. Penduduk setempat akhirnya mulai mengukir wajah-wajah menyeramkan di lobak mereka sendiri untuk mengusir roh jahat.

Melihat Hantu

Festival Samhain menandai peralihan ke tahun baru di akhir panen dan awal musim dingin. Masyarakat Celtic percaya bahwa selama festival ini, roh-roh berjalan di Bumi. Kemudian, para misionaris Kristen memperkenalkan Hari Raya Arwah pada tanggal 2 November, yang mengabadikan gagasan tentang orang hidup yang bertemu dengan orang mati di sekitar waktu yang sama setiap tahunnya.

Kostum Menyeramkan

Untuk menghindari teror dari roh-roh jahat yang berkeliaran di Bumi selama Samhain, bangsa Celtic melakukan penyamaran dengan mengenakan kosutum menyeramkan agar membingungkan roh-roh tersebut.

Trick-or-Treat

Ada banyak perdebatan seputar asal-usul trick-or-treat, tetapi secara umum ada tiga teori. Pertama, selama Samhain, orang-orang Celtic akan menyediakan makanan untuk menenangkan roh-roh yang berkeliaran di Bumi pada malam hari. Seiring waktu, orang-orang mulai berpakaian seperti makhluk-makhluk gaib ini dengan imbalan persembahan makanan dan minuman serupa.

Kedua, hadiah permen berasal dari praktik penyamaran Skotlandia, yang merupakan versi sekuler dari "souling." Selama Abad Pertengahan, umumnya anak-anak dan orang dewasa miskin akan mengumpulkan makanan dan uang dari rumah-rumah penduduk setempat sebagai imbalan atas doa bagi orang mati pada Hari Raya Arwah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

27 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.