Trump dan Xi Sepakat Redakan Perselisihan Tentang Tarif dan Tanah Jarang
📅 Kamis, 30 Okt 2025, 20:31 WIB | Oleh: Ilham SudrajatKedua pemimpin tidak memberikan komentar publik segera setelah perundingan, yang berlangsung sekitar satu jam 40 menit.
Trump langsung menuju ke Air Force One, melambaikan tangan dan mengepalkan tinjunya saat menaiki pesawat. Pesawat jet itu lepas landas beberapa menit kemudian.
Xi terlihat memasuki limusinnya di luar pertemuan tertutup tersebut.
Xi mengakui dengan sungguh-sungguh sebelum pertemuan dimulai bahwa kedua belah pihak tidak selalu sependapat, tetapi harus berusaha untuk menjadi mitra dan sahabat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tiongkok dan AS dapat bersama-sama memikul tanggung jawab kami sebagai negara-negara besar dan bekerja sama untuk mencapai lebih banyak hal besar dan konkret demi kebaikan kedua negara kami dan seluruh dunia," kata Xi.
Duduk berhadapan, masing-masing pemimpin diapit oleh para pejabat senior termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Keuangan Scott Bessent, dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick.
Tim Xi, yang tiba dari Beijing tak lama sebelumnya beranggotakan Menteri Luar Negeri Wang Yi, Menteri Perdagangan Wang Wentao, dan Wakil Perdana Menteri He Lifeng.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pertemuan tersebut berlangsung di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) yang dihadiri 21 negara di Gyeongju, termasuk para pemimpin Jepang, Australia, dan Kanada.
Pertemuan tersebut merupakan perhentian terakhir dalam tur Asia di mana Trump, 79 tahun, dihujani pujian dan hadiah, termasuk replika mahkota emas Korea kuno.
Di Jepang, Perdana Menteri baru Sanae Takaichi mengatakan ia akan mencalonkan Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian dan memberinya sebuah putter dan bola golf berlapis emas.
Namun, harapan Trump untuk mengulang pertemuannya dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, di perbatasan Zona Demiliterisasi pada tahun 2019 pupus.
Trump mengatakan bahwa mereka akan bertemu dalam "waktu dekat" dan bahwa ia ingin "meredakan" ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan.
Satu kejutan dalam perundingan itu bisa saja terjadi jika Xi Jinping mengangkat isu Taiwan, dengan spekulasi bahwa Beijing mungkin menekan Trump untuk mengurangi dukungan AS terhadap pulau yang memiliki pemerintahan sendiri tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!