Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

OJK Rangkul Pelaku Industri untuk Perluas Pembiayaan Digital di FinExpo

📅 Rabu, 29 Okt 2025, 07:58 WIB | Oleh:
OJK Rangkul Pelaku Industri untuk Perluas Pembiayaan Digital di FinExpo Doc: antara foto
Ket. FinExpo 2025

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merangkul industri jasa keuangan, salah satunya PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash), untuk memperluas akses pembiayaan digital melalui Financial Expo (FinExpo) 2025.

OJK menggelar FinExpo 2025 sebagai ajang kolaborasi berbagai lembaga jasa keuangan untuk memperluas akses layanan dan edukasi keuangan di seluruh Indonesia, sekaligus puncak kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) di Surabaya, Jawa Timur.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu, Kepala OJK Provinsi Jawa Timur Yunita Linda Sari menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan penutup rangkaian Road to BIK yang telah berlangsung sejak September.

“Agenda FinExpo mencakup edukasi, pembukaan rekening dan produk keuangan, fasilitasi pembiayaan, serta kampanye inklusi keuangan secara masif di seluruh Indonesia. Termasuk dukungan kegiatan literasi dan inklusi keuangan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) oleh kantor OJK setempat,” ujar Yunita Linda Sari.

Melalui partisipasinya, berbagai perusahaan jasa keuangan memperkenalkan layanan pembiayaan digital yang aman dan bertanggung jawab agar masyarakat lebih memahami manfaat serta risiko penggunaan layanan pinjaman daring (pindar).

Direktur Utama Easycash Nucky Poedjiardjo menuturkan edukasi mengenai perbedaan antara platform berizin dan pinjaman ilegal menjadi fokus utama pihaknya dalam setiap kegiatan literasi keuangan.

“Melalui FinExpo 2025, Easycash melakukan kegiatan edukasi literasi keuangan kepada masyarakat terutama tentang cara mengelola keuangan pribadi, memahami manfaat dan risiko layanan pindar, serta mengenali perbedaan antara platform pindar berizin dan pinjol ilegal,” katanya.

Ia menyatakan keikutsertaan pihaknya dalam FinExpo 2025 mencerminkan peran aktif perusahaan dalam mendukung visi OJK memperluas inklusi keuangan digital.

“Kami hadir sebagai bagian dari upaya nasional untuk menyediakan alternatif akses layanan keuangan yang terjangkau, khususnya bagi masyarakat underbanked dan unbanked,” ucap Nucky Poedjiardjo.

Pemerintah menargetkan tingkat inklusi keuangan nasional mencapai 93 persen pada 2029 dan 98 persen pada 2045. Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks inklusi telah mencapai 80,51 persen, naik 5,49 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Rona
Rony Parulian Tampil Lebih ...
Advertisement
Tampil Ganas Usai Tumbang di Tunggal, Janice Tjen dan Bintang Kanada Babat Lawan di US Open

Tampil Ganas Usai Tumbang di Tunggal, Janice Tjen dan Bintang Kanada Babat Lawan di US Open

04 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.