Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Likuiditas Stabil, Ekonomi Kuartal IV- 2025 Bakal Tumbuh Lebih Tinggi

5 Rabu, 29 Okt 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Likuiditas Stabil, Ekonomi Kuartal IV- 2025 Bakal Tumbuh Lebih Tinggi Likuiditas Stabil, Ekonomi Kuartal IV- 2025 Bakal Tumbuh Lebih Tinggi Doc: istimewa
Ket. Proyeksi Ekonomi - Kredit dan Investasi harus Sentuh Sektor yang Ciptakan Lapangan Kerja

JAKARTA - Ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 diproyeksikan akan menguat karena ditopang likuiditas perbankan yang stabil serta ditopang kebijakan moneter yang tetap akomodatif.

Analis UOB, Kay Hian Suryaputra Wijaksana dalam risetnya di Jakarta, Selasa (28/10) mengatakan aktivitas ekonomi akan meningkat seiring percepatan belanja pemerintah, membaiknya stabilitas politik, serta kenaikan kepercayaan bisnis dan konsumen pada kuartal IV-2025. Kondisi tersebut diharapkan akan mendukung akselerasi pertumbuhan kredit secara moderat pada akhir 2025.

Percepatan realisasi belanja fiskal dan perbaikan sentimen domestik akan mendorong pertumbuhan uang beredar luas (M2) yang lebih stabil, serta memperkuat pondasi ekonomi menjelang akhir tahun,” kata Suryaputra.

Pertumbuhan jumlah uang beredar luas meningkat menjadi 8,0 persen year on year (yoy) pada September 2025, atau tumbuh dari 7,6 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.

Likuiditas dari penempatan dana Pemerintah di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) katanya diharapkan bisa optimal tersalurkan ke sektor riil. Dengan banjirnya likuiditas di perbankan, maka akan mengalir ke pasar obligasi pemerintah, sehingga mendorong permintaan yang tinggi dan menyebabkan penurunan signifikan pada imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN) pada September 2025.

Kondisi tersebut juga diperkuat oleh pembelian obligasi oleh Bank Indonesia (BI), yang semakin memperkuat pasar surat berharga domestik.

“Dengan permintaan terhadap obligasi pemerintah yang jauh melampaui pasokan, yield obligasi cenderung menurun,” kata Suryaputra.

Dia juga memproyeksikan tekanan inflasi tetap terkendali meskipun likuiditas meningkat. Inflasi diproyeksikan berada di level 2,7 persen pada 2025 atau masih berada dalam rentang target BI sebesar 1,5-3,5 persen. Dengan inflasi stabil dan pertumbuhan ekonomi menguat, ia meyakini BI akan mempertahankan kebijakan moneter yang longgar, guna mendorong ekspansi kredit dan menjaga momentum pemulihan.

Pengamat ekonomi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, menilai proyeksi penguatan ekonomi nasional pada kuartal IV-2025 itu sebagai sinyal positif bagi arah kebijakan ekonomi Indonesia. Menurutnya, momentum tersebut seharusnya dimanfaatkan untuk mendorong strategi pro-growth berbasis potensi dalam negeri, agar pertumbuhan tidak hanya bergantung pada faktor eksternal maupun kebijakan fiskal jangka pendek.

Dia pun menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam sektor produktif, mulai dari industri manufaktur, pertanian modern, hingga UMKM, untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Integrasi teknologi bukan sekadar digitalisasi, tapi bagaimana inovasi digunakan untuk memperkuat daya saing dan efisiensi ekonomi riil. Dengan begitu, nilai tambah ekonomi dapat tercipta di dalam negeri,” kata Aditya di Yogyakarta, Selasa (28/10).

Ia juga mengungkap bahwa Indonesia perlu berhati-hati terhadap ketimpangan pertumbuhan antara sektor keuangan dan sektor riil. Menurutnya, keberhasilan menjaga stabilitas moneter dan likuiditas perbankan harus diikuti dengan penyerapan kredit produktif ke lapangan kerja dan industri penggerak ekonomi lokal.

“Kalau pertumbuhan hanya terjadi di sektor finansial, maka efek penggandanya kecil terhadap masyarakat. Kita perlu memastikan kredit dan investasi benar-benar menyentuh sektor-sektor yang menciptakan lapangan kerja,” tambahnya.

Lebih jauh, Aditya mengingatkan bahwa arah kebijakan ekonomi ke depan harus berorientasi pada transformasi struktural jangka panjang agar Indonesia tidak terjebak dalam middle income trap. Ia menilai, dengan mendorong pertumbuhan berbasis inovasi, kolaborasi teknologi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperluas basis ekonomi dan memastikan kesejahteraan dapat dirasakan secara merata di seluruh wilayah.

Mengendap di Bank

Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti mengatakan kunci pertumbuhan juga bergantung pada belanja pemerintah. Jangan sampai Pemerintah daerah (Pemda) terus mengendapkan uang di bank. “Intinya uang harus berputar dan masyarakat mendapatkan manfaatnya, sehingga ada multiplier effect ke perekonomian,” kata Esther.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Diisukan Jadi Cawapres Gant...
Rona
Ini Daftar Lengkap Pemenang...
Megapolitan
BMKG: Jakarta Diperkirakan ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.