Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kasus ISPA di Sleman Meningkat, Dinkes Minta Warga Waspadai Musim Pancaroba

📅 Rabu, 29 Okt 2025, 17:10 WIB | Oleh:
Kasus ISPA di Sleman Meningkat, Dinkes Minta Warga Waspadai Musim Pancaroba Doc: Dok. Freepik

SLEMAN - Jumlah penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Sleman tahun ini mencapai lebih dari 94.017 kasus. Lonjakan itu menjadikan ISPA sebagai salah satu penyakit dengan angka kejadian tertinggi di wilayah tersebut menurut catatan Dinas Kesehatan Sleman.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama, menjelaskan bahwa data tersebut dihimpun dari seluruh puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan di Sleman. “Ini kalau kita hitung menurut rata kasus perminggunya sekitar 2.299 kasus,” ujarnya di Kompleks Pemkab Sleman, Selasa (28/10).

Cahya memperkirakan jumlah kasus akan terus bertambah hingga November seiring perubahan cuaca dan kondisi ekstrem yang memengaruhi daya tahan tubuh masyarakat. “Mulai Oktober, November, ini mungkin akan meningkat terus. Kita harus selalu ingat bahwa di hari-hari tersebut ada Nataru di mana terjadi mobilisasi penduduk yang cukup besar yang akan masuk ke Sleman,” jelasnya.

Ia menyebutkan, penyebaran ISPA umumnya cepat terjadi di kelompok dengan mobilitas tinggi seperti pelajar. “Begitu ada satu anak terkena biasanya cepat sekali menyebar di tempat kerumunan,” katanya.

Dinkes juga meminta sekolah agar memberikan izin sakit bagi siswa dengan gejala flu berat, demam, atau penyakit menular lainnya. “Anak yang sakit, terutama flu berat, diliburkan saja supaya tidak menular ke yang lain,” ujarnya.

Cahya menambahkan, meskipun influenza memiliki tingkat kematian rendah, penyakit ini dapat berakibat serius bagi penderita dengan penyakit penyerta. “Kalau punya jantung, asma, stroke, atau anemia, penyakit pernapasan atas bisa lebih parah,” tuturnya.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diminta menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mencuci tangan, mengatur pola makan seimbang, serta memperhatikan kebersihan lingkungan untuk menekan risiko penularan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dari Ramadan hingga Pascaidulfitri: PLN NP Pasok 14,1 GW Listrik, Siagakan 8.898 Personel
    Preview komentar:
    Layanan Call center Neo Bank. Anda wajib, Segera hubungi ...
    Layanan Call center Neo Bank. Anda wajib, Segera hubungi ...
  • Produksi Terus Anjlok, RUU Migas Dituntut Hentikan Tren Penurunan Lifting Minyak
    Preview komentar:
    Berapa WA Neo Bank. Nomor WhatsApp resmi BNC (Neobank) ...
    Berapa WA Neo Bank. Nomor WhatsApp resmi BNC (Neobank) ...
  • Ogah Latih Timnas Senior! Timo Scheunemann Bongkar Alasan Mengejutkan di Balik Keputusannya!
    Preview komentar:
    Berapa WA Bank Neo. Nomor WhatsApp resmi BNC (Neobank) ...
    Berapa WA Bank Neo. Nomor WhatsApp resmi BNC (Neobank) ...
Luar Negeri
Tiga Terluka dalam Puluhan ...
Megapolitan
Wisatawan ke Bogor Bakal Di...
Nasional
RI Pacu Pembangunan PLTS 30...
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.