Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Komunitas Bicara Udara Ajak Pelari Tingkatkan Kesadaran akan Kualitas Udara Jakarta

📅 Senin, 27 Okt 2025, 13:45 WIB | Oleh:
Komunitas Bicara Udara Ajak Pelari Tingkatkan Kesadaran akan Kualitas Udara Jakarta Doc: Bicara Udara
Ket. Yayasan Udara Anak Bangsa mengusung kampanye “Run for Clean Air” di Jakarta Running Festival (JRF) 2025, pada 25 - 26 November 2025

JAKARTA - Komunitas non profit yang fokus pada kualitas udara, Bicara Udara (Yayasan Udara Anak Bangsa), mengajak publik terutama komunitas pelari, untuk menjadikan olahraga lari tidak hanya sebagai ajang kebugaran, tetapi juga wujud nyata kepedulian terhadap udara bersih dan mobilitas berkelanjutan di Jakarta.

“Berlari bukan sekadar tentang mencapai garis finish, tetapi tentang bagaimana setiap langkah kita dapat berkontribusi menuju udara yang lebih bersih,” ujar Novita Natalia, Co-Founder Bicara Udara sekaligus runner dalam keterangan pers yang diterima, Senin (27/10).

Bicara Udara mengusung kampanye “Run for Clean Air” menyoroti keterkaitan erat antara kualitas udara dan performa pelari, serta mendorong gaya hidup rendah emisi melalui mobilitas aktif dan bersih yang dilakukan di Jakarta Running Festival (JRF) 2025, pada 25 - 26 November 2025.

Novita menyampaikan, partisipasi Bicara Udara di JRF 2025 diharapkan dapat mendorong peningkatan kesadaran lingkungan di kalangan pegiat olahraga, sekaligus menumbuhkan pemahaman bahwa gaya hidup aktif perlu diimbangi dengan tanggung jawab terhadap kualitas udara.

“Lewat gerakan Run for Clean Air, kami ingin mengajak masyarakat untuk melihat bahwa keputusan sederhana, seperti memilih transportasi publik, berjalan kaki, atau bersepeda, dapat menjadi bagian dari solusi besar bagi kota yang lebih sehat,” imbuhnya.

Salah satu Biru Voices Ambassador 2025, Adhitya Lesmana, yang juga merupakan runner Bicara Udara di ajang JRF 2025, turut membagikan pandangannya mengenai pentingnya udara bersih bagi para pelari.

Adhitya mengatakan sebagai pelari, kualitas udara dapat langsung berdampak pada stamina dan performa. Udara yang bersih membuat napas lebih lega, langkah lebih ringan, dan pengalaman berlari jadi lebih menyenangkan.

“Melalui Run for Clean Air, kami ingin menunjukkan bahwa menjaga udara bersih bukan hanya isu lingkungan, tapi juga bagian dari gaya hidup sehat,” ujar Adhitya.

Kampanye ini juga sejalan dengan inisiatif MRT Free Rides yang diusung JRF 2025 untuk mengurangi emisi karbon sekaligus mempermudah mobilisasi peserta acara.

 Sejak pertama kali hadir di JRF pada 2023, Bicara Udara secara konsisten membawa pesan bahwa aksi sederhana para pelari, komunitas, dan keluarga dapat memberi kontribusi nyata bagi kualitas udara.

Tahun ini, kampanye tersebut semakin kuat dengan kehadiran para Biru Voices Ambassadors dan runners Bicara Udara yang mengenakan jersey bertema Run for Clean Air serta membawa bendera kampanye selama berlari di rute festival.

Kualitas udara di Jakarta selama pelaksanaan JRF 2025 tergolong cukup baik. Pada hari Sabtu (25/10), kualitas udara berada pada kategori “Baik” dengan PM 2.5 diangka 12, sementara pada hari Minggu (26/10), berada pada kategori “Moderat” dengan PM 2.5 diangka 28.

Kualitas udara yang baik seperti ini umumnya terjadi pada saat musim basah/hujan dibandingkan musim kemarau dimana kualitas udara tergolong tidak sehat dengan indikator PM 2.5 diangka 35.5 ke atas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.