Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kesepakatan Damai Thailand-Kamboja akan Ditandatangani Setelah Trump Tiba di Malaysia

📅 Minggu, 26 Okt 2025, 08:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kesepakatan Damai Thailand-Kamboja akan Ditandatangani Setelah Trump Tiba di Malaysia Doc: AFP
Ket. Thailand dan Kamboja sepakat memperpanjang kesepakatan gencatan senjata yang goyah mereka bulan lalu.

BANGKOK - Presiden AS Donald Trump akan menyaksikan penandatanganan kesepakatan damai antara Thailand dan Kamboja segera setelah ia tiba hari Minggu (26/10) di Malaysia, katanya saat dalam perjalanan ke Asia.

Perdana Menteri Thailand, yang telah meminta penandatanganan diundur lebih awal karena meninggalnya Ibu Suri Kerajaan, akan hadir "ketika kami mendarat," kata Trump dalam sebuah posting di Truth Social miliknya dari dalam Air Force One.

"Sedihnya, Ibu Suri Thailand baru saja meninggal dunia. Saya menyampaikan belasungkawa kepada Rakyat Thailand yang Agung," tulis Trump.

"Untuk mengakomodasi semua orang dalam acara besar ini, kami akan menandatangani Perjanjian Damai segera setelah kedatangan."

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul pada hari Sabtu menunda keberangkatannya ke pertemuan puncak para pemimpin ASEAN di Malaysia setelah meninggalnya Ibu Suri, tetapi ia masih ingin terbang untuk mencapai kesepakatan damai dengan Kamboja, yang akan disaksikan oleh Presiden AS Donald Trump.

"Saya membatalkan perjalanan saya ke Malaysia hari ini. Namun, terkait kesepakatan damai antara Thailand dan Kamboja dengan Perdana Menteri Malaysia dan Presiden AS, saya telah meminta mereka untuk menjadwal ulangnya menjadi besok pagi," kata Anutin kepada wartawan yang disiarkan di televisi lokal.

Mantan Ratu Thailand Sirikit, ibu dari Raja Vajiralongkorn saat ini dan istri dari raja yang paling lama memerintah di negara itu, meninggal Jumat malam pada usia 93 tahun, kata istana.

"Ini merupakan kehilangan besar bagi bangsa," kata Anutin sebelum rapat kabinet darurat pada Sabtu pagi.

Trump akan menghadiri penandatanganan seremonial perjanjian damai antara Thailand dan Kamboja pada pertemuan puncak negara-negara Asia Tenggara mendatang, kata menteri luar negeri tuan rumah Malaysia minggu lalu. 

Ketegangan antara Thailand dan Kamboja meletus pada bulan Juli menjadi bentrokan militer paling mematikan dalam beberapa dekade, menewaskan lebih dari 40 orang dan memaksa sekitar 300.000 orang meninggalkan rumah mereka.

Kedua belah pihak sepakat untuk melakukan gencatan senjata -- yang sebagian ditengahi oleh Trump -- setelah lima hari pertempuran dan sejak itu berulang kali saling menuduh melakukan pelanggaran gencatan senjata.

Keluarga kerajaan dihormati di Thailand, diperlakukan oleh banyak orang sebagai tokoh semi-dewa dan diliput media secara gemilang serta potret-potret berhiaskan emas yang tergantung di tempat umum dan rumah-rumah pribadi di seluruh negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Transjakarta Gelar ajang Lari di Jalur Koridor 13

Transjakarta Gelar ajang Lari di Jalur Koridor 13

06 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.