Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ketika Alam Jadi Penghidupan: Cerita Fardi dan Anas Menjemput Rezeki dari Wisata Rammang-Rammang

📅 Sabtu, 25 Okt 2025, 10:43 WIB | Oleh: Tim Penulis

Bersama sejumlah lembaga, termasuk Bank Indonesia (BI), pengelolaan wisata dilakukan dengan sistem pembinaan masyarakat.

Warga mendapat akses pinjaman lunak untuk membeli perahu, pembangunan fasilitas umum seperti musala dan toilet, hingga pelatihan pemandu wisata. Kelompok sadar wisata pun dibentuk untuk memastikan pengelolaan berjalan ramah lingkungan.

Salah satu dampak yang paling dirasakan masyarakat adalah peningkatan kualitas hidup. Akses air bersih dan listrik kini tersedia, dan kesadaran menjaga alam semakin kuat.

Warga setempat pun tidak lagi menebang nipah atau mangrove sembarangan, melainkan mengikuti aturan pelestarian yang disepakati bersama.

Menurut Tudi, kawasan wisata Rammang-Rammang adalah contoh nyata harmonisasi antara alam dan masyarakat terwujud.

"Dulu air bersih belum ada, listrik belum masuk. Setelah jadi tempat wisata, semua berubah. Sekarang setiap rumah punya perahu, bahkan ada yang tiga," ujarnya.

Pendapatan warga pun meningkat, dan mereka semakin memahami pentingnya menjaga alam sebagai sumber kehidupan.

Bentang alam membentuk kehidupan

Secara geologis, kawasan ini merepresentasikan sistem karst muara yang unik. Bentang alam Rammang-Rammang menunjukkan interaksi antara air darat dan pasang laut, membentuk jaringan sungai yang memengaruhi pola kehidupan di sekitarnya.

Cekungan-cekungan batuan di sisi bukit karst membentuk jalur air yang kini menjadi gerbang alami menuju Kampung Berua. Vegetasi mangrove tumbuh rapat di tepi sungai, dengan jenis seperti Rhizophora mucronata dan Nypa fruticans yang menjadi penyangga ekosistem.

Di ujung perjalanan sungai, Kampung Berua berdiri tenang di antara dinding batu kapur.

Dahulu tempat ini merupakan danau besar yang mengering perlahan selama ribuan tahun, meninggalkan jejak retakan di bukit-bukit karst yang kini menjadi gerbang menuju desa wisata.

Nama "Berua" berarti baru, merujuk pada kampung termuda di kawasan Rammang-Rammang yang masih menjaga kearifan dan budaya lokalnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.