Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Satgas Jambi Masih Temukan Kenaikan Harga Beras di Pasar

📅 Kamis, 23 Okt 2025, 09:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Satgas Jambi Masih Temukan Kenaikan Harga Beras di Pasar Doc: ANTARA
Ket. Tim Satgas Pengendalian Harga beras Jambi saat turun ke lokasi cek harga dan pasokan di pasar.

JAMBI – Tim satuan tugas (satgas) pengendalian harga beras Provinsi Jambi yang turun langsung ke pedagang di pasar tradisional dan ritel di dua kabupaten, masih menemukan di salah satu kabupaten terkait kenaikan harga atau masih ada selisih dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Atas temuan ini kami dari tim satgas telah langsung mengingatkan kepada para pedagang dan ritel di Kabupaten Sarolangun untuk tidak menaikkan harga beras di atas HET yang telah ditentukan,” kata Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Jambi AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro, di Jambi, Kamis (23/10).

Dari dua kabupaten yang didatangi tim satgas pengendalian harga beras Provinsi Jambi yakni Kabupaten Batang Hari dan Sarolangun, temuan hanya ada di pasar Sarolangun, sedangkan di Batang Hari tidak ada kenaikan atau selisih harga di pasaran.

Tim satgas pengendalian harga beras Provinsi Jambi selama dua hari pada 22–24 Oktober 2025, turun ke enam kabupaten untuk melakukan pengecekan harga beras di tingkat pedagang pasar tradisional dan ritel yang ada di daerah. 

Temuan di Kabupaten Sarolangun⁠⁠ yakni ada selisih harga jual dengan HET yaitu sebesar Rp100,-/kg (0,65 persen), kondisi ini menggambarkan keadaan yang perlu di waspadai agar tidak mengalami peningkatan yang lebih tinggi.

Hasil pemeriksaan di pasar tradisional dan ritel di Kabupaten Batang Hari⁠ harga sesuai dengan HET seperti yang ditemui di ⁠Toko Andi beralamat di Jalan Putri Pinang Masak, Kelurahan harga beras premium terendah Rp15.000/kg (merek Raja) dan tertinggi Rp15.300/kg (merk Anggur) sedangkan harga ⁠⁠beras SPHP Rp12.200/kg.

Di Kabupaten Sarolangun untuk harga di toko UD Andi yang berada di Pasar Atas Sarolangun dengan hasil ⁠harga beras curah Rp16.000/kg, beras premium terendah Rp12.400/kg dan tertinggi Rp16.400/kg (merek Raja Platinum) dan harga⁠ beras SPHP Rp12.400/kg. Toko Bhakti di Pasar Atas Sarolangun dengan hasil harga ⁠⁠beras premium terendah Rp14.350/kg (merek Kayu Manis), tertinggi Rp15.500/kg dan ⁠beras SPHP Rp12.800/kg.

“Tim Satgas Jambi yang yang turun ke lapangan didampingi oleh tim satgas pengendalian harga beras pusat yang terdiri dari Bapanas, tim pengawas wilayah dan Bareskrim Polri, selain mengecek harga beras juga memantau stok atau pasokan beras agar harga dan pasokan terkendali di pasar,” kata AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...

Para Atlet Dayung Menyumbang Dua Medali Perak

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Para Atlet Dayung Menyumban...

Ubed Pahlawan Medali Emas, Indonesia Gulung Tiongkok 3-2

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Ubed Pahlawan Medali Emas, ...
Advertisement
Ubed Pahlawan Medali Emas, Indonesia Gulung Tiongkok 3-2

Ubed Pahlawan Medali Emas, Indonesia Gulung Tiongkok 3-2

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.