Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Studi Ungkap Pemanasan Ekstrem Picu Kepunahan dan Lonjakan Keanekaragaman Tanaman

📅 Sabtu, 17 Okt 2026, 16:45 WIB | Oleh:
Studi Ungkap Pemanasan Ekstrem Picu Kepunahan dan Lonjakan Keanekaragaman Tanaman Doc: Magnific

TASMANIA — Suhu global yang sangat tinggi memicu kepunahan massal sekaligus meningkatkan keanekaragaman tanaman selama dua periode dalam 140 juta tahun terakhir. Temuan studi terbaru tersebut memberikan wawasan baru mengenai bagaimana tumbuhan berbunga menjadi kelompok tumbuhan yang dominan di Bumi.

Melansir dari Universitas Tasmania, Australia, Kamis (15/10), penelitian tersebut menganalisis serbuk sari dan spora yang telah menjadi fosil. Hasilnya menunjukkan bahwa periode Kapur Tengah dan awal Kenozoikum berperan penting dalam evolusi tumbuhan.

Melansir dari Xinhua, kedua periode tersebut ditandai dengan suhu global yang sangat tinggi. Para peneliti menjelaskan bahwa tumbuhan darat menopang hampir seluruh kehidupan di daratan, termasuk hewan, jamur, dan bakteri.

Tumbuhan berbunga menjadi kelompok tumbuhan paling produktif dan beragam di dunia. Kelompok tersebut mencakup sekitar 400.000 spesies di seluruh dunia.

Dalam penelitian ini, tim menganalisis lebih dari 60.000 temuan fosil dan menerapkan metode untuk mengatasi bias dalam catatan fosil. Metode tersebut dapat menghasilkan perkiraan baru mengenai keanekaragaman serbuk sari dan spora selama 130 juta tahun terakhir.

Hasil penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal Nature Plants yang menemukan bahwa kepunahan tanaman dan kemunculan kelompok tumbuhan baru. Kemunculan tersebut memiliki hubungan evolusioner banyak terjadi selama dua periode pemanasan ekstrem.

Salah satu penulis studi, Profesor Greg Jordan dari Universitas Tasmania, mengatakan setiap periode pemanasan berlangsung selama beberapa juta tahun. Menurutnya, pemanasan pada masa tersebut secara bersamaan menyebabkan kepunahan dan mendorong peningkatan keanekaragaman tanaman dalam rentang waktu jutaan tahun.

Sebaliknya, periode yang lebih dingin ditandai dengan sedikit perubahan dalam keanekaragaman tumbuhan. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan suhu global berperan penting dalam membentuk evolusi tanaman di Bumi.

Namun, para peneliti memperingatkan bahwa pemanasan global akibat aktivitas manusia berpotensi mempercepat kepunahan tanaman. Proses tersebut diperkirakan berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan peristiwa pemanasan ekstrem pada masa lalu.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena tumbuhan darat memiliki peran penting dalam menopang kehidupan. Selain itu, tumbuhan darat berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.