Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengolah Sampah Menjadi Paving Block di ITF Bawuran Bantul

📅 Selasa, 21 Okt 2025, 22:45 WIB | Oleh:
Mengolah Sampah Menjadi Paving Block di ITF Bawuran Bantul Doc: Antara
Ket. Direktur Perumda Aneka Dharma Yuli Budi Sasangka, menjelaskan proses kerja Intermediate Treatment Facility (ITF) kepada Gubernur D.I. Yogyakarta Sri Sultan HBX di ITF Bawuran, Pleret, Bantul, pada Selasa (21/10/2025).

Bantul - "Intermediate Treatment Facility" (ITF) Bawuran yang dikelola Perumda Aneka Dharma, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mampu mengolah sampah 25 hingga 30 ton per hari menjadi produk bernilai guna seperti paving block dan bahan bangunan.

"Kapasitas kami saat ini sudah mencapai 25 hingga 30 ton per hari. Kami berterima kasih atas kunjungan Gubernur DIY, Bupati se-DIY, dan Wali Kota Yogyakarta," kata Direktur Perumda Aneka Dharma Yuli Budi Sasangka saat menerima kunjungan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan bupati/wali kota se-DIY, Selasa.

Menurut dia, kunjungan Gubernur DIY bersama rombongan ini menunjukkan komitmen dan kepedulian Pemerintah Provinsi DIY terhadap persoalan sampah.

"Sampah yang diolah di ITF Bawuran berasal dari Kota Yogyakarta sekitar dua hingga tiga truk per hari, dari Kabupaten Bantul dua truk per hari, serta dari sektor swasta secara insidental," katanya.

Ia mengatakan, operasional pengolahan dilakukan tiga "shift" setiap hari, meskipun pada "shift" ketiga masih dalam tahap optimalisasi.

Proses pengolahan sampah di ITF dilakukan melalui beberapa tahap mulai dari pemilahan, penghancuran, hingga pembakaran menggunakan insinerator. Hasil pembakaran berupa abu "fly ash dan bottom ash" (FABA) kemudian dimanfaatkan kembali.

"FABA yang dihasilkan sudah tidak tergolong limbah B3 dan kini dapat digunakan untuk membuat paving block maupun sebagai campuran pupuk kompos," katanya.

Yuli mengatakan, selain itu ITF Bawuran juga menjalin kerja sama dengan Kelurahan Bawuran dalam pembangunan Museum Antroposen, yang akan memanfaatkan limbah plastik dan abu pembakaran untuk memproduksi batako plastik.

"Kerja sama serupa juga akan dilakukan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul yang memiliki fasilitas pengolahan abu menjadi bahan bangunan di Gowasari," katanya.

Ia mengatakan, sebagian sampah organik juga dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai bahan timbunan. Bahkan, sudah ada "offtaker" (pelaku usaha) lokal yang menampung hasil olahan organik dari ITF Bawuran.

"Sampah organik, sebagian tetap kami bakar, namun ada juga yang dimanfaatkan masyarakat sekitar. Ada satu bak pick up yang bisa diambil dengan harga sekitar Rp200 ribu, sebagian digunakan untuk timbunan," katanya.

ITF Bawuran, kata dia, terus berupaya mengoptimalkan proses pengolahan agar tidak ada lagi tumpukan sampah di lapangan, termasuk dengan meningkatkan kinerja pada "shift" ketiga.

"Harapannya, jika fasilitas seperti ITF Bawuran ini dapat diperbanyak di wilayah DIY, persoalan sampah bisa tertangani dengan lebih baik," katanya.

Dengan kapasitas pengolahan mencapai 30 ton per hari, ITF Bawuran menjadi salah satu fasilitas pengolahan sampah modern yang berkontribusi besar dalam mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan dan mendukung target pengelolaan sampah berkelanjutan di DIY.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Megapolitan
Akhir Pekan Tetap Bisa Urus...
Advertisement
Kementrans Dorong Konsep Transmigrasi Baru

Kementrans Dorong Konsep Transmigrasi Baru

09 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.