Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Siapkan 1 Juta Hektare Tebu untuk Bahan Bakar E10, Pemerintah Gaspol Kurangi Impor Energi

📅 Selasa, 21 Okt 2025, 19:30 WIB | Oleh:
Indonesia Siapkan 1 Juta Hektare Tebu untuk Bahan Bakar E10, Pemerintah Gaspol Kurangi Impor Energi Doc: Jakarta Globe

JAKARTA – Pemerintah Indonesia tengah bersiap untuk meluncurkan bahan bakar campuran etanol 10 persen atau E10 dalam beberapa tahun mendatang. Untuk mewujudkannya, Indonesia membutuhkan sedikitnya satu juta hektare lahan tebu agar dapat memproduksi etanol dalam jumlah yang cukup secara mandiri.

Menteri Koordinator Urusan Pangan Zulkifli Hasan menyatakan, tambahan 10 persen campuran etanol dalam bahan bakar akan menuntut perluasan lahan tebu secara besar-besaran. Menurutnya, langkah ini juga akan mendorong kesejahteraan petani karena hasil panen mereka akan terserap sepenuhnya untuk kebutuhan industri energi.

“Kalau kita tambahkan 10 persen etanol saja, kita perlu satu juta hektare tebu,” kata Zulkifli Hasan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Etanol merupakan bahan bakar nabati yang dihasilkan dari fermentasi tanaman seperti tebu, singkong, dan ubi jalar. Bahan bakar ini diharapkan menjadi pilar penting dalam upaya Indonesia beralih menuju energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Zulkifli memperkirakan, jika perluasan tersebut terealisasi, Indonesia dapat menghasilkan hingga 80 juta ton tebu per tahun. Produksi masif ini akan membuka lapangan kerja baru, memperkuat ketahanan pangan dan energi, serta menambah nilai ekonomi bagi petani di berbagai daerah.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga tengah menyiapkan pabrik pengolahan tebu di Merauke, Papua Selatan, sebagai salah satu proyek strategis nasional. Pabrik tersebut ditargetkan memproduksi antara 150.000 hingga 300.000 kiloliter etanol setiap tahun ketika beroperasi penuh.

Fasilitas itu akan berdiri di atas lahan seluas dua juta hektare di Distrik Jagebob, yang ditargetkan rampung pada 2027. Proyek besar ini menjadi tonggak penting dalam agenda transisi energi Indonesia yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Menteri Energi Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah menargetkan kebijakan E10 dapat diterapkan sepenuhnya pada 2027 atau 2028. Ia memastikan seluruh kendaraan yang dijual di Indonesia sudah kompatibel dengan bahan bakar yang mengandung hingga 20 persen etanol.

“Kita ingin mengurangi ketergantungan pada impor dan menghasilkan bahan bakar yang lebih bersih serta ramah lingkungan,” ujar Bahlil.

Penerapan E10 akan berjalan beriringan dengan program biodiesel nasional yang sudah berjalan, yakni B40 yang menggunakan 40 persen campuran minyak sawit. Program tersebut bahkan direncanakan meningkat menjadi B45 atau B50 pada 2026 sebagai bagian dari agenda bioenergi nasional.

Selain fokus pada bahan bakar nabati, pemerintah juga memperkuat perlindungan terhadap petani lokal melalui kebijakan pembatasan impor. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah mengumumkan pembatasan impor singkong dan etanol untuk memastikan produk dalam negeri terserap secara maksimal.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kemandirian energi dan perlindungan terhadap petani lokal. Pemerintah ingin memastikan setiap hasil pertanian dalam negeri dimanfaatkan secara optimal sebelum membuka keran impor.

“Ini keputusan strategis yang diperintahkan langsung oleh Presiden. Kalau pasokan dalam negeri cukup, impor tidak akan diizinkan,” tegas Amran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Jelang HUT RI, Pedagang Ben...

Laga Penentu Jalan Menuju Empat Besar

21 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
Laga Penentu Jalan Menuju E...

Arsenal Siap Berburu Semua Gelar

36 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
Arsenal Siap Berburu Semua ...
Olahraga
Payton II Jadi Kunci Kebang...
Olahraga
Pengalaman Fritz Hadapi Keb...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.