Energi dari Sampah Bukan Wacana Lagi, ESDM Siapkan Langkah Konkret
📅 Senin, 20 Okt 2025, 22:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Mohammad Ayudha
JAKARTA – Pengolahan sampah perkotaan menjadi waste to energy kini mulai dipandang sebagai solusi cerdas dalam menghadapi dua persoalan besar sekaligus: penumpukan sampah dan kebutuhan energi bersih.
Dengan volume sampah kota yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan konsumsi, pendekatan konvensional seperti penimbunan di TPA sudah tidak lagi memadai.
Waste to energy menawarkan jalan tengah — mengubah beban lingkungan menjadi sumber daya bernilai ekonomi.
Secara prinsip, teknologi waste to energy mengonversi sampah menjadi listrik atau panas melalui proses termal maupun biologis.
Bagi kota-kota besar, ini bukan hanya soal efisiensi pengelolaan limbah, tapi juga strategi untuk mendukung transisi energi hijau dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, penerapannya tidak tanpa tantangan. Biaya investasi yang tinggi, ketersediaan teknologi, serta aspek sosial—seperti penerimaan masyarakat dan kebiasaan memilah sampah—masih menjadi hambatan utama.
Di sisi lain, jika dikelola dengan baik melalui skema public-private partnership, proyek WtE justru bisa membuka lapangan kerja baru dan menarik minat investor energi hijau.
Waste to energy adalah cerminan dari perubahan paradigma: dari membuang menjadi memanfaatkan, dari beban menjadi peluang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kota-kota yang mampu mengintegrasikan sistem ini tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga berkontribusi nyata pada agenda pembangunan berkelanjutan dan ketahanan energi nasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan dengan waste to energy.
"Waste to energy, perpresnya sudah keluar dan kami siap untuk melakukan proses selanjutnya. Itu nanti diprioritaskan untuk dikelola oleh Danantara," ujar Bahlil di Jakarta, Senin (20/10).
Menurut dia, terkait waste to energy diprioritaskan untuk dikelola oleh Danantara.
"Nanti semua perizinan termasuk keputusan menteri terkait dengan harga itu juga nanti di ESDM. Tetapi diprioritaskan untuk dikelola oleh Danantara," katanya.
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengatakan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan menandai langkah nyata transformasi pengelolaan sampah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!