Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wisata Gastronomi RI Menjanjikan, Menyumbang 19,6 Persen dari Pengeluaran Wisatawan

📅 Minggu, 19 Okt 2025, 17:17 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Wisata Gastronomi RI Menjanjikan, Menyumbang 19,6 Persen dari Pengeluaran Wisatawan Doc: istimewa
Ket. Gelaran Pangan Nusa Expo 2025 yang diselenggarakan pada 15–18 Oktober 2025 di Aula 9 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten

JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersinergi dalam promosi wisata gastronomi Indonesia sebagai daya tarik unggulan yang menggabungkan cita rasa, budaya, dan peluang ekspor.

Kolaborasi ini bertujuan mengangkat gastronomi sebagai daya tarik unggulan yang tidak hanya menawarkan cita rasa dan budaya, tetapi juga membuka peluang ekspor rempah global. 

Kolaborasi ini diwujudkan melalui gelaran Pangan Nusa Expo 2025 yang diselenggarakan pada 15–18 Oktober 2025 di Aula 9 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan mengungkapkan, Pangan Nusa Expo 2025 menjadi ajang strategis untuk memperkenalkan keanekaragaman kuliner nusantara sekaligus menguatkan ekosistem wisata gastronomi nasional.

“Promosi wisata gastronomi tidak saja mendorong peningkatan jumlah wisatawan, namun juga mendorong peningkatan perdagangan rempah sebagai bahan baku kuliner sekaligus peningkatan ekspor rempah ke pasar global,” ujar Iqbal.

Dengan tema “Taste the Diversity of Indonesian Delicacy,” pameran ini menampilkan enam pelaku industri gastronomi dari berbagai daerah yang menawarkan pengalaman kuliner berbasis budaya.

Di antaranya adalah Jakarta Food Tour yang menyuguhkan tur eksplorasi kuliner dan sejarah Jakarta, Rendang Traveler Tour dari Sumatra Barat yang mengajak wisatawan belajar memasak dan mengenal budaya Minang, serta Negeri Rempah Foundation yang menghadirkan tur edukatif di jalur rempah Indonesia. 

Sementara itu, Samsara Living Museum dari Bali, Bumi Bhuvana Jogja, dan Dje Djak Rasa dari Yogyakarta turut menghadirkan pengalaman memasak, mencicipi pangan lokal, dan tur pasar tradisional yang autentik.

Iqbal menambahkan, kolaborasi antara Kemendag dan Kemenparekraf di Pangan Nusa Expo 2025 menjadi momentum penting dalam mengangkat kuliner sebagai wajah baru diplomasi ekonomi Indonesia. “Dengan kekayaan rempah dan tradisi kuliner yang beragam, Indonesia diharapkan dapat menempatkan diri sebagai destinasi gastronomi dunia sekaligus penggerak perdagangan berbasis budaya,” imbuhnya.

Wisata Gastronomi

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Usaha dan Akses Permodalan Kementerian Pariwisata Hanifah Makarim menambahkan, potensi wisata gastronomi sangat besar untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.

Data 2024 menunjukkan, 19,6 persen pengeluaran wisatawan dialokasikan untuk makanan dan minuman (Mamin), menjadikan kuliner sebagai komponen penting dalam pengalaman wisata.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Qatar Dorong Negara Teluk H...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.