Uni Eropa Tekankan Pentingnya Nilai Demokrasi Pasca-Kudeta di Madagaskar
📅 Sabtu, 18 Okt 2025, 15:05 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP
MOSKOW - Uni Eropa memantau secara cermat situasi yang berkembang di Madagaskar dan menyerukan dialog antara semua pihak yang terlibat, demikian disampaikan Juru Bicara Urusan Luar Negeri Komisi Eropa, Anouar El Anouni, Jumat (17/10).
“Kami menyoroti perkembangan di Madagaskar. Kami terus memantau dengan seksama situasi yang sedang berlangsung di negara tersebut. Kami menyerukan dialog antara seluruh pihak terkait untuk kembali kepada nilai-nilai demokrasi,” ujar El Anouni dalam sebuah konferensi pers.
Pada Selasa (14/10), Presiden Madagaskar Andry Rajoelina dimakzulkan setelah meninggalkan negara itu di tengah gelombang protes besar-besaran, sementara militer mengambil alih kekuasaan.
Kolonel Michael Randrianirina, yang kini menjabat sebagai pemimpin baru Madagaskar, menyatakan dirinya akan menjadi kepala negara selama masa transisi dua tahun.
Dalam periode itu, pemerintah transisi berencana menggelar referendum untuk mengesahkan konstitusi baru, yang akan diikuti dengan pemilihan presiden.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gelombang protes di Madagaskar bermula pada akhir September akibat pemadaman listrik dan air yang meluas.
Para demonstran menuntut pengunduran diri pemerintah, yang kemudian berkembang menjadi desakan agar Presiden Rajoelina meletakkan jabatan. Ant/Sputnik/RIA Novosti-OANA
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!