The Fed Mulai Melihat Ruang Melonggarkan Kebijakan Moneter
📅 Jumat, 17 Okt 2025, 01:05 WIB | Oleh: Tim RedaksiKetika quantitative tightening mendekati akhir, artinya tekanan likuiditas di sistem keuangan mulai mereda dan kondisi perbankan dinilai cukup stabil. Isyarat pemangkasan suku bunga yang lebih lanjut juga mempertegas bahwa fokus kebijakan kini mulai bergeser dari pengendalian inflasi menuju stabilisasi pertumbuhan ekonomi.
“Bagi negara emerging market seperti Indonesia, sinyal pelonggaran ini berpotensi membawa dampak positif. Arus modal asing cenderung mengalir kembali ke negara berkembang ketika suku bunga di AS turun, karena investor mencari imbal hasil yang lebih tinggi,”papar Rendi.
Hal itu juga dapat memperkuat nilai tukar rupiah dan menurunkan tekanan terhadap yield surat utang pemerintah. Namun di sisi lain, Indonesia juga perlu tetap waspada, karena jika pelonggaran dilakukan terlalu cepat dan memicu ketidakstabilan di pasar keuangan global, volatilitas nilai tukar dan arus modal bisa meningkat kembali.
“Jadi, meskipun sinyal The Fed kali ini memberi angin segar bagi pasar keuangan domestik, respons kebijakan di dalam negeri tetap harus menjaga keseimbangan antara stabilitas dan daya saing ekonomi,”pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!