Kopi Selamatkan Ekonomi Para Petani Kepahiang Bengkulu
📅 Jumat, 17 Okt 2025, 22:33 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
KEPAHIANG – Jika berusaha dengan keras akan berhasil. Demikian juga dengan para petani kopi Kepahiang. Bupati Kepahiang Zurdi Nata memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Kebun Kopi Tangguh Iklim yang dianggap sebagai langkah penting dalam meningkatkan hasil pertanian kopi di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
"Inovasi ini bisa menjadi contoh bagi petani kopi lainnya, terutama perempuan," kata Bupati Nata dalam keterangannya yang diterima di Bengkulu, Jumat.
Pernyataan ini merujuk pada inisiatif yang diusung oleh Koalisi Perempuan Petani Kopi Desa Kopi Tangguh Iklim (Koppi Sakti) Bengkulu, yang bertujuan untuk memberdayakan perempuan dalam pengelolaan kebun kopi sekaligus meningkatkan ketahanan iklim.
Nata menyambut baik kopi tersebut karena akan menjadi produk khas Kepahiang yang dikelola oleh perempuan.
Petani Koppi Sakti terdiri dari para perempuan dari sepuluh desa di Kepahiang, yakni Desa Pulo Geto, Desa Pulo Geto Baru, Desa Durian Depun, Desa Simpang Kota Bingin, Desa Bukit Barisan, Desa Suro Muncar, Desa Suro Baru, Desa Pekalongan, Desa Tanjung Alam, dan Desa Air Hitam.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kopi jenis tersebut memiliki kekhasan tahan terhadap perubahan iklim sehingga hasil tanaman produksi tersebut kuat terhadap perubahan cuaca ekstrem sekaligus memberdayakan perempuan dalam pengelolaan kebun kopi.
Salah satu petani kopi perempuan, Siti, mengatakan dampak perubahan iklim yang semakin drastis menyebabkan penurunan kualitas bunga kopi. Bunga kopi yang sedikit dan banyaknya bunga yang gugur menjadi masalah bagi petani kopi.
Namun, berkat penerapan kebun kopi tangguh iklim, masalah tersebut mulai teratasi. Siti mengungkapkan hasil panennya tahun ini meningkat signifikan, dari sekitar 700 kilogram menjadi 1.700 kilogram.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Peningkatan hasil panen ini membuktikan bahwa teknik yang tepat dapat meningkatkan produktivitas meskipun ada perubahan iklim," kata Siti.
Selain meningkatkan hasil panen kopi, kebun kopi tangguh iklim juga memberikan manfaat tambahan bagi petani.
Supartina Paksi, anggota Koppi Sakti, mengatakan kebun kopi ini tidak hanya menghasilkan kopi, tetapi juga berbagai produk pertanian lain seperti sayur, rempah, dan buah-buahan.
"Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, hasil panen ini juga memberikan tambahan pendapatan," kata dia.
Ia mengatakan keuntungan lain dari kopi tangguh iklim adalah pengurangan pengeluaran rumah tangga, terutama dalam pembelian pupuk kimia.
Para petani kini membuat pupuk organik menggunakan bahan-bahan alami seperti rerumputan, dedaunan, dan sekam kopi, yang mengurangi biaya produksi secara signifikan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!