Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Penuhi Ekspektasi Publik, Kluivert Dianggap Gagal Tangani Timnas Indonesia

📅 Kamis, 16 Okt 2025, 16:20 WIB | Oleh:
Tak Penuhi Ekspektasi Publik, Kluivert Dianggap Gagal Tangani Timnas Indonesia Doc: ANTARA/Fauzan
Ket. Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert (tengah) menyaksikan anak asuhnya sebelum bertanding pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga Grup C melawan Timnas China di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6).

JAKARTA - Pengamat sepak bola Indonesia, Mohammad Kusnaeni, menilai pemecatan Patrick Kluivert dari kursi pelatih timnas Indonesia merupakan konsekuensi logis dalam dunia sepak bola. Ia menyebut Kluivert gagal memenuhi ekspektasi publik dan tidak mampu memahami karakter permainan tim Garuda.

"Bisa dikatakan (pemecatan) ini merupakan konsekuensi logis dari hukum sepak bola. Pelatih yang gagal memenuhi target idealnya memang menyadari kegagalannya. Selanjutnya, dia memberi kesempatan pelatih lain yang mungkin lebih tepat," kata Mohammad Kusnaeni ketika dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi memecat Patrick Kluivert dan tim kepelatihannya asal Belanda setelah mereka gagal membawa tim Garuda lolos ke Piala Dunia 2026.

Kluivert mengatakan bahwa Kluivert datang ke timnas Indonesia pada momentum yang kurang tepat. Pelatih asal Belanda itu datang di saat timnas sedang dalam fase yang sangat krusial menuju Piala Dunia dan tidak punya cukup pengalaman kepelatihan maupun manajerial menghadapi situasi kritis seperti itu.

Ekspektasi publik Indonesia, kata dia, sangat besar terhadap keberhasilan timnas. Ditambah lagi Kluivert menggantikan pelatih sebelumnya yang disukai oleh publik dan dianggap cukup berhasil.

Sayangnya, Kluivert gagal memenuhi ekspektasi publik itu. Secara prestasi, dia cuma mempersembahkan dua kemenangan dari enam laga resmi.

"Jadi tidak meyakinkan," katanya.

Kusnaeni mengatakan, secara permainan, Kluivert juga tidak mampu memberi warna baru atau meningkatkan level permainan timnas. Bisa dibilang, di tangan Kluivert, timnas masih berkutat dalam persoalan yang sama yaitu kurang tajam, kurang kreatif, dan sering membuat kesalahan sendiri.

Kluivert juga beberapa kali terjebak dalam eksperimen yang gagal. Keberanian mengubah pola dari formasi 3-4-3 ke 4-2-3-1, lalu menurunkan susunan pemain yang penuh kejutan ternyata tidak dibarengi hasil yang positif.

Dia menilai secara umum, pemahaman Kluivert tidak cukup mendalam tentang timnas dan sepak bola Indonesia. Hal itu mungkin saja disebabkan karena dia kurang sering berada di Indonesia.

"Kekurangpahaman itu yang membuat banyak keputusannya kurang akurat. Lalu berujung pada hasil-hasil yang mengecewakan," katanya.

Oleh sebab itu, dia menambahkan, pemberhentian Kluivert sama sekali tidak mengagetkan. Pemecatan itu, kata Ini sekaligus menjadi pelajaran mahal bagi PSSI agar lebih bijak, semakin hati-hati, dan mau mendengar masukan publik (bukan hanya segelintir orang) dalam membuat keputusan yang sangat penting.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.