Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menteri Bahlil Nilai Longsor di Freeport Pengaruhi Pasokan Emas Antam yang Targetkan Jual Emas Capai 45 Ton

📅 Selasa, 14 Okt 2025, 15:55 WIB | Oleh:
Menteri Bahlil Nilai Longsor di Freeport Pengaruhi Pasokan Emas Antam yang Targetkan Jual Emas Capai 45 Ton Doc: antara foto
Ket. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menilai longsornya tambang bawah tanah Freeport di Grasberg Block Cave (GBC) dapat mempengaruhi pasokan emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

“Sekarang ini kami lagi melakukan evaluasi total. Jadi, produksi konsentrat di Freeport belum dilakukan secara maksimal, maka dengan demikian pasti mengalami kekurangan pasokan,” ucap Bahlil setelah penandatanganan nota kesepahaman di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Selasa (14/10).

Saat ini, Antam sudah menjalin kerja sama dengan PT Freeport Indonesia terkait bisnis pembelian sebanyak 30 ton emas.

Kerja sama tersebut dilatarbelakangi oleh kebutuhan Antam memenuhi permintaan emas dari masyarakat.

Tambang emas milik Antam yang berlokasi di Pongkor, Jawa Barat, hanya bisa memproduksi 1 ton emas dalam satu tahun.

Sedangkan, realisasi penjualan emas Antam pada 2024 berada di angka 43 ton. Tahun ini, Antam menargetkan penjualan emas mencapai 45 ton.

Di sisi lain, longsornya tambang bawah tanah Freeport di Grasberg Block Cave (GBC) menyebabkan smelter milik Freeport tidak menuai pasokan konsentrat untuk dimurnikan. Tahap pemurnian konsentrat ini yang nantinya menghasilkan emas.

“Memang sekarang ini adalah refinery emas kita itu kan di Freeport. Kalau 3 juta konsentrat (tembaga) yang diolah oleh smelter, itu menghasilkan 50 sampai 60 ton emas," ujar Bahlil.

Oleh karena itu, Bahlil bersama Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno akan membahas langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan ke depannya untuk memenuhi kebutuhan Antam.

“Kami lagi membahas dengan Dirjen Minerba langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk kemudian bisa mengoptimalkan kebutuhan daripada Antam terhadap emas itu sendiri,” ucap dia.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR di Senayan Jakarta, Senin (29/9), Direktur Utama Antam Achmad Ardianto menyampaikan ketimpangan produksi emas Antam dengan permintaan emas menyebabkan Antam mengimpor emas kurang lebih 30 ton dari Singapura dan Australia.

Ardianto mengusulkan ada aturan yang mengharuskan perusahaan tambang untuk menjual hasil tambang emasnya kepada Antam. Sebab, Antam terkendala ketika mengajukan penawaran pembelian emas kepada perusahaan-perusahaan yang memurnikan emasnya di Antam.

Penawaran tersebut jarang menemui titik kesepakatan karena tersandung oleh pajak dan tidak adanya kewajiban perusahaan tambang untuk menjual emasnya kepada Antam.

“Sebagian (perusahaan tambang) menjual ke perusahaan perhiasan, tetapi ada juga yang diekspor, karena memang peraturannya tidak meng-encourage orang untuk jual (emas) di dalam negeri,” kata Ardianto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Dinamika Atmosfer Picu Banj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.