Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Madagaskar Memanas, Presiden Rajoelina Kabur ke Prancis

📅 Selasa, 14 Okt 2025, 16:05 WIB | Oleh:
Madagaskar Memanas, Presiden Rajoelina Kabur ke Prancis Doc: REUTERS/BENOIT TESSIER
Ket. Andry Rajoelina

ISTANBUL - Presiden Madagaskar Andry Rajoelina dikabarkan melarikan diri ke Prancis dengan helikopter militer Prancis usai mencapai kesepakatan dengan Presiden Emmanuel Macron, demikian laporan radio Prancis RFI pada Senin (13/10).

Unjuk rasa oleh generasi muda yang dimulai pada 25 September itu awalnya adalah untuk memprotes atas kelangkaan air dan listrik, kemiskinan, dan dugaan korupsi, namun tuntutan kemudian berubah menjadi supaya Rajoelina mengundurkan diri.

Kerusuhan yang terjadi memicu perubahan pemerintahan, ketika Rajoelina memutuskan membubarkan kabinet dan menunjuk perdana menteri baru.

Sabtu (11/10) lalu, personel militer dari Administrasi Personel Angkatan Darat (CAPSAT) menyatakan dukungan terhadap unjuk rasa anti-pemerintah yang berlangsung sejak bulan lalu.

CAPSAT adalah sebuah unit militer yang berperan besar dalam menempatkan Rajoelina di pucuk kekuasaan Madagaskar pada kudeta di negara tersebut di tahun 2009.

Pada Minggu, CAPSAT menunjuk panglima militer baru beberapa jam usai Rajoelina mengecam dukungan mereka terhadap pengunjuk rasa sebagai "upaya merebut kekuasaan secara ilegal".

Sementara itu pada Senin, Kedutaan Besar Prancis di Madagaskar menyatakan bahwa Prancis tidak memiliki niat sama sekali untuk melakukan intervensi militer terhadap unjuk rasa anti-pemerintah di negara pulau tersebut.

Kedubes Prancis membantah "penafsiran yang mungkin disimpulkan" dari pernyataan Patrice Latron, seorang pejabat di Reunion yang merupakan wilayah seberang lautan Prancis di Samudera Hindia.

"Ada rencana yang dapat dipicu jika sesuatu terjadi," demikian ucapan Latron terkait krisis politik di Madagaskar.

"Kami sedang mempersiapkan Angkatan Bersenjata Zona Samudera Hindia Selatan (FAZSOI) dan dinas wilayah di Reunion," kata dia menambahkan.

Pernyataan tersebut memicu spekulasi bahwa personel militer Prancis mungkin akan mendukung Rajoelina atau menghentikan unjuk rasa di Madagaskar. Ant/Anadolu

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

28 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

54 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Luar Negeri
400 Sekolah Ditutup dan Ham...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.