Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPR RI: Ulah Importir Durian Ilegal Malaysia Rugikan Petani

📅 Senin, 13 Okt 2025, 14:45 WIB | Oleh:
DPR RI: Ulah Importir Durian Ilegal Malaysia Rugikan Petani Doc: Infopublik

JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib menyebut, peredaran durian ilegal asal Malaysia telah merugikan petani lokal di Indonesia. Pasalnya, setiap hari sekurang-kurangnya 10 ton durian ilegal masuk wilayah Indonesia tanpa izin resmi.

Berdasarkan laporan sejumlah petani, penyelundupan dilakukan oleh oknum pedagang melalui jalur Batam, Riau, dan Jakarta.

"Setiap harinya tercatat ada ratusan koli durian ilegal yang masuk ke pasar kita," kata Labib dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (12/10).

Labib mengungkapkan, salah satu pelaku berinisial HS diduga rutin mengirim 1-2 ton durian ilegal per hari.

"Praktik ini sangat merugikan petani lokal dan mengancam keberlangsungan usaha mereka, barang-barang yang masuk 100 persen ilegal," ucap dia.

Hal itu diungkapkan Labib setelah menerima laporan dari sejumlah petani durian lokal. Mereka mengeluh dan meminta perlindungan atas praktik penyelundupan yang dilakukan oleh beberapa pedagang.

Salah satu oknum penyelundup tersebut diduga secara rutin memasukkan 1–2 ton durian ilegal setiap hari ke wilayah Indonesia. Menurutnya, aksi pelaku impor ilegal ini menciptakan persaingan tidak sehat dan mengganggu kestabilan harga durian lokal di berbagai daerah.

"Durian ilegal ini menambah daftar panjang banyaknya barang atau produk ilegal yang masuk ke Indonesia. Mulai dari pakaian, elektronik, hingga produk hortikultura lainnya," ucap Labib.

Labib menambahkan praktik penyelundupan seperti ini tidak hanya merugikan petani dan pelaku usaha kecil. Tetapi juga berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola perdagangan nasional.

Karena itu, ia menegaskan bahwa tindakan tegas terhadap pemain impor ilegal harus menjadi prioritas bersama. "Kami minta agar pelaku-pelaku seperti ini benar-benar diberantas hingga ke akarnya," ujar politisi Golkar itu.

"Laporan mengenai pelaku, nomor kontak. Serta jalur distribusi telah kami serahkan ke Kementerian Perdagangan untuk ditindaklanjuti," kata Labib.

Labib juga mendorong agar pengawasan di jalur distribusi diperketat dengan pendekatan teknologi digital dan kolaborasi lintas instansi. Guna menutup celah yang selama ini dimanfaatkan oleh oknum pelaku penyelundupan.

"Langkah preventif dan penegakan hukum yang tegas harus berjalan beriringan. Jika ini dilakukan secara konsisten, maka praktik impor ilegal bisa ditekan dan petani lokal akan lebih terlindungi," kata dia.

Labib menegaskan bahwa praktik impor ilegal bukan hanya pelanggaran hukum. Tetapi juga pengkhianatan terhadap ekonomi nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Nicolas Cage Akhirnya akan ...
Daerah
Anggota DPR Dorong Perlindu...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.