Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Baznas: Apakah 10 Persen Orang Terkaya di Indonesia Bayar Zakat?

📅 Senin, 13 Okt 2025, 15:35 WIB | Oleh:
Baznas: Apakah 10 Persen Orang Terkaya di Indonesia Bayar Zakat? Doc: ANTARA/Sean Filo Muhamad
Ket. Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Noor Achmad dalam peluncuran buku "Green Zakat Framework" di Jakarta, Senin (13/10).

Jakarta -- Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Noor Achmad menyebutkan tantangan implementasi zakat berkelanjutan lewat inisiatif "Green Zakat Framework", salah satunya adalah melalui pertanyaan soal apakah 10 persen orang terkaya di Indonesia menunaikan zakatnya.

"Orang yang terlalu kaya itu di Indonesia ini ibaratnya sampai 10 persen itu mengalahkan yang 90 persen, kan begitu. Apakah yang 10 persen ini berzakat atau tidak?" kata Noor dalam peluncuran buku "Green Zakat Framework" di Jakarta, Senin.

Noor menyebutkan hal ini menjadi tantangan yang harus dihadapi dan dimaksimalkan pengumpulan zakatnya. Sebab, menurut dia kekuatan zakat di Indonesia akan bertambah drastis jika penerimaan zakat dari 10 persen orang terkaya di Indonesia dapat dipastikan.

Maka dari itu, ia mendorong adanya aturan yang lebih kuat tentang pembayaran zakat.

"Ternyata, (misal) yang 10 persen ini tidak berzakat, karena kebetulan yang 10 persen ini tidak ahli (bukan termasuk golongan orang yang wajib) zakat. Ini kan perlu di atur. Kekuatan ini perlu di atur dari hulu sampai dengan hilir. Persoalan hilir zakat ini penting kalau kita mau serius di sini," ujarnya.

Noor menyoroti hal ini, sebab dalam menjalankan "Green Zakat Framework" konsep keadilan menjadi salah satu hal penting agar zakat bisa berkelanjutan.

Oleh karena itu, ia mengajak kepada seluruh pihak terkait di Indonesia untuk bersama-sama menciptakan suatu lingkungan berbasis zakat untuk dapat memberikan pengaruh yang lebih terhadap lingkungan sosial.

Noor berharap inisiatif "Green Zakat Framework" bisa berjalan dengan baik di tanah air, sehingga diharapkan nantinya masyarakat bisa semakin sejahtera dan angka kemiskinan semakin berkurang.

"Pada akhirnya juga berpengaruh pada lingkungan, bagaimana pendistribusian kekayaan masyarakat. Yang pada akhirnya juga, bagaimana masyarakat ini juga ikut bersama-sama bertanggung jawab terhadap kehidupan negeri, kebudayaan, dan masyarakat," tutur Noor Achmad.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Megapolitan
Pengenalan Literasi Braille...
Daerah
Penanganan Korban KM Mutiar...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.