Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Singkirkan Djokovic, Valentin Vacherot Tantang Sepupu di Final Shanghai Masters

📅 Minggu, 12 Okt 2025, 07:16 WIB | Oleh:
Singkirkan Djokovic, Valentin Vacherot Tantang Sepupu di Final  Shanghai Masters Doc: AFP
Ket. Petenis peringkat 204 dunia asal Monako, Valentin Vacherot.

SHANGHAI, TIONGKOK – Mantan petenis nomor satu dunia, Novak Djokovic, tersingkir dari semifinal Shanghai Masters, Sabtu (11/10) malam waktu setempat, setelah dikalahkan oleh petenis peringkat 204 dunia asal Monako, Valentin Vacherot. Kemenangan mengejutkan ini membawa Vacherot ke final turnamen Masters 1000 perdananya, di mana ia akan berhadapan dengan sepupunya sendiri, Arthur Rinderknech, dalam final “keluarga” yang tak terduga.

Vacherot, petenis berusia 26 tahun yang berstatus kualifikasi, menumbangkan Djokovic dua set langsung, 6-3, 6-4, dan menggagalkan upaya sang legenda asal Serbia meraih gelar kelima di Shanghai.

Di partai lainnya, Rinderknech yang tidak diunggulkan menyingkirkan Daniil Medvedev 4-6, 6-2, 6-4 setelah bangkit dari ketertinggalan satu set.

“Saya masih mencoba mencubit diri sendiri, apakah ini nyata?” ujar Vacherot usai mencatat kemenangan terbesar dalam karirnya.

Dengan hasil ini, ia menjadi petenis berperingkat terendah yang pernah mencapai final turnamen ATP Masters 1000.

Djokovic, yang kini berusia 38 tahun, tampak kesulitan secara fisik sepanjang laga. Ia bahkan sempat muntah di tepi lapangan dan beberapa kali menerima perawatan medis.

Mantan petenis nomor satu dunia itu enggan menjelaskan kondisinya seusai pertandingan, namun sebelumnya ia telah mengaku mengalami muntah, cedera kaki, dan kelelahan selama turnamen berlangsung.

Padahal, Djokovic sempat membuka pertandingan dengan baik setelah berhasil mematahkan servis Vacherot di gim pertama. Namun keunggulan itu hanya bertahan sekejap. Vacherot langsung membalas dengan break di gim berikutnya, sementara Djokovic mulai terlihat terganggu di bagian kaki kiri.

Ia sempat beberapa kali berhenti untuk meregangkan otot dan bahkan jatuh tersungkur di lapangan. Dalam jeda panjang, Djokovic berbaring telungkup tanpa mengenakan kaus saat fisioterapis memberikan perawatan di punggungnya.

Dengan pergerakan yang jelas terganggu, Djokovic kembali kehilangan servis pada gim kedelapan. Vacherot menutup set pertama dengan dua ace berturut-turut, memastikan kemenangan 6-3.

Di set kedua, dengan suhu mencapai 31 derajat Celsius dan kelembapan 62 persen, Djokovic terus berjuang menahan kondisi tubuhnya. Ia sempat menyelamatkan dua break point di gim pertama, namun kesalahan beruntun, termasuk dua double fault di gim kesembilan, membuat Vacherot kembali unggul.

Djokovic berusaha keras di gim terakhir, tetapi Vacherot tampil tenang dan memastikan kemenangan paling bersejarah dalam hidupnya.

“Saya sangat bangga bisa mengendalikan emosi dan tidak terlalu fokus pada kenyataan bahwa lawan saya adalah Novak,” kata Vacherot. “Di gim terakhir, saya tidak akan bohong, tangan saya benar-benar gemetar.”

Djokovic, yang tampak lesu, tetap memuji lawannya. “Ini tentang dia. Pemain yang lebih baik menang hari ini,” ujarnya singkat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Manusia Tak Beradab, Penyembelih Binatang Superlangka, Tapir, Harus Dihukum Berat

Manusia Tak Beradab, Penyembelih Binatang Superlangka, Tapir, Harus Dihukum Berat

03 Jul 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.