Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polda Papua Barat Sidik Kasus Korupsi Dana Hibah untuk YPSI Manokwari

📅 Jumat, 10 Okt 2025, 08:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Polda Papua Barat Sidik Kasus Korupsi Dana Hibah untuk YPSI Manokwari Doc: ANTARA
Ket. Kepala bidang Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo saat ditemui awak media di Manokwari, Kamis (9/10/2025).

MANOKWARI – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat meningkatkan status perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana hibah untuk Yayasan Pendidikan Sains Imanuel (YPSI) Manokwari senilai Rp6,3 miliar ke tahap penyidikan.

Kepala bidang Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo, di Manokwari, Jumat (10/10), mengatakan peningkatan status perkara itu dilakukan setelah penyidik mengantongi sejumlah alat bukti.

"Kami sudah tingkatkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan," kata Benny.

Dia menjelaskan bahwa YPSI Manokwari mendapat bantuan dana hibah dari Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) tahun anggaran 2023 dan 2024.

Total dana hibah selama dua tahun anggaran sebanyak Rp7,35 miliar yang dialokasikan untuk biaya honorarium dosen dan pengurus kampus, kegiatan operasional, beasiswa, dan pengeluaran lainnya. 

"Tahun 2023 YPSI Manokwari dapat hibah Rp2,35 miliar dan tahun 2024 dapat lagi sebanyak Rp5 miliar," ucap Benny.

Berdasarkan hasil penyelidikan, kata dia, ditemukan selisih penggunaan anggaran pada 2023 sebanyak Rp2,191 miliar dan Rp4,117 miliar pada 2024 sehingga total kerugian keuangan negara mencapai Rp6,308 miliar.

Penyidik kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk pengurus yayasan, pejabat terkait, serta pihak lain yang diduga mengetahui penyalahgunaan aliran dana hibah tersebut.

"Kami berkomitmen menegakkan hukum secara profesional dan transparan. Kasus ini akan diungkap sampai tuntas," ujarnya.

Dia mengimbau seluruh masyarakat di Kabupaten Manokwari agar tidak mudah terprovokasi dengan berbagai isu yang berpotensi menghambat proses pengungkapan perkara dugaan korupsi dimaksud.

Seluruh proses yang ditangani oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua Barat dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Kami imbau masyarakat jangan terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Serahkan proses hukum kepada kepolisian," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Megapolitan
DPRD DKI Minta Penanganan 9...
Advertisement
WMO dan PBB Peringatkan El Niño Meningkat Menuju Level Sangat Kuat, Timbulkan Risiko Cuaca Ekstrem hingga 2027 dan Dampaknya pada Masyarakat Rentan

WMO dan PBB Peringatkan El Niño Meningkat Menuju Level Sangat Kuat, Timbulkan Risiko Cuaca Ekstrem hingga 2027 dan Dampaknya pada Masyarakat Rentan

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.