Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jurnalisme Berkualitas Tak Bisa Digantikan AI

📅 Rabu, 08 Okt 2025, 22:05 WIB | Oleh:
Jurnalisme Berkualitas Tak Bisa Digantikan AI Doc: ANTARA/Farhan Arda Nugraha
Ket. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta Selatan, Kamis (25/9).

Jakarta -- Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan bahwa jurnalisme berkualitas tidak akan pernah bisa digantikan oleh mesin, meski di tengah gempuran teknologi seperti kecerdasan artifisial (AI).

Menurutnya, di tengah pesatnya AI di newsroom, kemampuan berpikir kritis, etika, dan empati manusia menjadi benteng terakhir menjaga kualitas informasi publik.

“Good journalism itu diramu oleh tiga elemen penting, yaitu critical thinking, skill, dan ethics. Kalau critical thinking ini tergerus oleh penggunaan AI, itu bahaya serius untuk jurnalisme berkualitas,” ujar Nezar melalui keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Nezar menyoroti hasil riset Thomson Reuters Foundation bertajuk “Journalism in the AI Era” yang menunjukkan 80 persen media di negara berkembang sudah menggunakan fitur AI dalam pekerjaan sehari-hari. Namun hanya 13 persen yang memiliki panduan resmi penggunaan AI.

“Artinya, mayoritas newsroom di dunia belum punya kebijakan yang jelas. Kurangnya transparansi dalam membedakan konten yang dihasilkan manusia dengan mesin bisa menggerus kepercayaan publik terhadap pers,” ia menambahkan.

Lebih lanjut, Wamenkomdigi mengapresiasi langkah Dewan Pers yang pada awal 2025 telah mengeluarkan panduan penggunaan AI di media.

Panduan tersebut mengatur penggunaan AI secara transparan, etis, dan bertanggung jawab, termasuk mekanisme penyelesaian sengketa atas konten berbasis AI.

Nezar juga menyampaikan bahwa Kementerian Komdigi tengah memfinalisasi dua dokumen penting, yaitu Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional dan kebijakan keamanan serta keselamatan penggunaan AI yang akan ditetapkan melalui Peraturan Presiden.

“AI harus diperlakukan sebagai mitra, bukan pengganti manusia. Kita harus AI-aware. Sadar bahwa kita menggunakan AI, tapi tetap mampu mengambil jarak. Jangan sampai kita diatur oleh AI,” tegasnya.

Nezar juga mengingatkan esensi profesi jurnalistik yang tidak bisa digantikan teknologi.

“Mesin tidak punya nurani, empati, dan pengalaman hidup. Kualitas manusialah yang memungkinkan kita memahami konteks yang kompleks, merasakan dampak sebuah cerita, dan menjaga loyalitas mutlak kepada publik,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

Refleksi 24 Tahun Peristiwa Bom Bali

50 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Refleksi 24 Tahun Peristiwa...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.