Tak Ada yang Mustahil, Timnas Indonesia Wajib Lawan Kemustahilan Itu di Jeddah
📅 Selasa, 07 Okt 2025, 18:22 WIB | Oleh: OpikNamun, keputusan AFC bersifat mutlak. Mereka tak ingin mengganti wasit yang sudah ditunjuk, meski ada protes dari salah satu tim.
Dalam surat balasanya, AFC menyebut afiliasi regional ofisial pertandingan tidak menimbulkan konflik kepentingan karena mereka semua adalah wasit elit AFC yang terlatih penuh dan bertanggung jawab untuk memberikan yang terbaik tanpa rasa takut atau pilih kasih.
AFC menyebut, penunjukan wasit untuk pertandingan dilakukan melalui proses yang ketat dan mapan, berdasarkan evaluasi kinerja yang komprehensif dan tunduk pada ratifikasi akhir oleh FIFA.
PSSI pun menerima keputusan ini karena hal ini adalah kewenangan AFC. Sebagai federasi, PSSI berharap kepemimpinan wasit di pertandingan nanti akan adil "seadil-adilnya" dan netral "senetral-netralnya".
Sebaiknya Anda baca juga:
Emil Audero cedera, Ole Romeny diragukan
Pelatih timnas Indonesia Patrick Kluivert memanggil 29 pemain untuk dua laga melawan Arab Saudi dan Irak. Awalnya, ia memanggil 28 pemain, namun cederanya Emil Audero (Cremonese) sebagai kiper, membuatnya menambah dua kiper baru, yaitu Nadeo Argawinata (Borneo FC) dan Reza Arya (PSM Makassar).
Kehilangan Emil jelas pukulan telak untuk Indonesia. Bukan maksud menepikan kiper lainnya, namun performa Emil dalam bentuk terbaiknya di Liga Italia. Dia menjaga gawang timnya itu dalam empat laga pertama yang tak terkalahkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia membuat empat penyelamatan saat meraih kemenangan 2-1 di San Siro atas tuan rumah AC Milan. Empat penyelamatan kembali ia lakukan saat Cremonese mengatasi timnya Jay Idzes, Sassuolo, dengan skor 3-2. Di dua laga berikutnya, Emil melakukan total 12 penyelamatan untuk membawa masing-masing satu poin dari melawan Hellas Verona dan Parma.
Absennya Emil membuat Maarten Paes digadang-gadang akan menjaga gawang Garuda. Masalahnya, kebugaran kiper FC Dallas itu bisa saja masih menjadi pertanyaan sebab dia sudah absen sejak Agustus karena cedera.
Kendati demikian, akan menjadi poin positif jika Maarten kembali tampil. Pasalnya, ia memiliki memori indah di King Abdullah Sport City, karena di stadion itulah debutnya bersama Indonesia terjadi. Ketika itu, debutnya mempersembahkan satu poin penting untuk Indonesia, dengan tiga penyelamatan yang dilakukannya, termasuk penalti Salem Al-Dawsari.
Soal komposisi pemain, tak hanya dipusingkan di lini belakang, Kluivert juga terancam tak bisa memaksimalkan potensi Ole Romeny di lini depan karena diragukan tampil, menyusul baru sembuh dari cedera.
Ole belum pernah bermain untuk Oxford United sejak menderita cedera pada bulan Juli di Piala Presiden 2025. Hal ini membuat ketersediaannya sebagai pemain starter menjadi tanda tanya besar.
Tentu, ini sebuah kerugian mengingat Ole adalah satu-satunya pemain yang bisa mencetak gol untuk Indonesia di era Kluivert pada babak kualifikasi Piala Dunia 2026. Dari tiga gol yang dicetak Garuda, semuanya diborong oleh striker 25 tahun tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!