Tak Ada yang Mustahil, Timnas Indonesia Wajib Lawan Kemustahilan Itu di Jeddah
📅 Selasa, 07 Okt 2025, 18:22 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/HO-PSSI
JAKARTA - Dalam sepak bola, data statistik sering tak berlaku karena angka-angka yang disajikan tak lebih hanya kisah-kisah kecil yang tak mencerminkan kenyataan di lapangan.
Begitu pula yang akan terjadi di persaingan Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, yang menampilkan kekuatan tiga tim, Indonesia, Arab Saudi, dan Irak.
Indonesia diprediksi tersingkir di hadapan negara-negara tangguh Asia. Namun, sepak bola bakal menjadi olahraga paling monoton jika semuanya mudah diprediksi.
Di babak kualifikasi itu, peluang Indonesia untuk lolos nyaris tak ada karena angka yang diberikan oleh Football Meets Data dan Footy Rankings, bahkan tak mencapai dua digit. Football Meets Data memberikan presentase 7 persen, sementara 5 persen saja dari Footy Rankings untuk peluang kelolosan Indonesia ke pesta sepak bola empat tahunan itu sebagai peringkat pertama grup.
Presentase terbesar yang dimiliki Indonesia adalah finis sebagai peringkat ketiga yang berarti kegagalan ke Piala Dunia 2026, dengan mereka memberikan angka presentase mendekati 70 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Angka prediksi ini mungkin tak lepas dari pembaruan terkini ranking dunia, di mana Indonesia merupakan tim dengan peringkat terendah dari semua kontestan di putaran keempat. Indonesia menghuni peringkat 119 dunia. Irak berada jauh di atas tim Garuda yaitu di peringkat 58 dunia, sedangkan Saudi di peringkat 59 dunia.
Football Meets Data dan Footy Ranking memprediksi Arab Saudi adalah tim favorit yang melaju ke Piala Dunia 2026 dari Grup B. Selain diuntungkan sebagai tim tuan rumah, yang pasti akan mendapatkan energi tambahan dari pendukungnya sendiri, The Green Falcons juga menjadi tim paling berpengalaman di babak kualifikasi ini.
Mereka adalah tim dengan partisipasi terbanyak di Piala Dunia, yaitu enam kali, termasuk dua edisi terakhir pada 2018 dan 2022. Di Qatar tiga tahun lalu, meski tersingkir di babak grup, mereka menulis kisah paling diingat karena menjadi satu-satunya tim yang mengalahkan sang juara Argentina dengan skor 2-1.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kala itu, pelatih Saudi adalah Herve Renard. Pelatih asal Prancis ini sempat pergi, namun kini sudah kembali lagi menukangi Salem Al-Dawsari dan kawan-kawan. Dengan misi yang sama, Renard bertekad membawa Saudi ke Piala Dunia untuk ketujuh kalinya.
Sementara Irak dijagokan melaju ke babak kualifikasi putaran kelima. Seperti Indonesia, Irak juga hanya sekali tampil di Piala Dunia. Singa Mesopotamia terakhir tampil pada 1986, sedangkan Indonesia sudah hampir satu abad, yaitu pada 1938 ketika masih bernama Hindia Belanda.
Pengadil di lapangan
Yang paling hangat dibicarakan akhir-akhir ini adalah sang pengadil lapangan. Dalam laga melawan Arab Saudi misalnya, wasit yang memimpin pertandingan itu memunculkan banyak kekhawatiran karena ditakutkan lebih condong memihak tim tuan rumah.
Adalah wasit asal Kuwait bernama Ahmed Al-Ali. Al-Ali akan bertugas sebagai wasit utama. Kepemimpinannya di lapangan akan dibantu lima rekannya, yang juga berasal dari Kuwait. Mereka adalah Abdul Hadi Al-Anzi (asisten wasit 1), Ahmed Abbas (asisten wasit 2), Ammar Ashkanani (wasit keempat atau wasit cadangan), Abdullah Jamali (wasit VAR), dan Abdullah Al-Kandari (asisten wasit VAR).
PSSI memprotes AFC terhadap penunjukan wasit ini. Mereka menyinggung unsur fair play dan sportivitas, karena wasit yang ditunjuk berasal dari regional yang sama. Kuwait dan Arab Saudi sama-sama negara Timur Tengah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!