Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Siti Fauziah Ajak Dunia Pendidikan Sampaikan Aspirasi untuk Pelayanan Publik MPR

📅 Senin, 06 Okt 2025, 21:00 WIB | Oleh:
Siti Fauziah Ajak Dunia Pendidikan Sampaikan Aspirasi untuk Pelayanan Publik MPR Doc: dok
Ket. Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR RI, Siti Fauziah, bersama masyarakat pendidikan, mulai dari pelajar, guru hingga pejabat dinas Pendidikan Kota Malang.

MALANG – Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR RI, Siti Fauziah, mengajak masyarakat pendidikan, mulai dari pelajar, guru hingga pejabat dinas Pendidikan Kota Malang untuk turut menyampaikan aspirasi, masukan, koreksi dan gagasan untuk pelayanan publik MPR.

“Masukan bisa datang dari siapa saja. Dari adik-adik pelajar, bapak dan ibu guru, atau dinas pendidikan. Karena sebagai lembaga negara, MPR sangat memerlukan koreksi yang bermanfaat,” ucapnya dalam keterangannya yang diterima di Jakarta.

Ajakan itu disampaikan dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) bertema “Peran Masyarakat dalam Meningkatkan Kualitas Kebijakan Pelayanan Publik di MPR”. Forum yang digelar MPR RI bersama Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kota Malang ini, menjadi ruang pertemuan antara birokrat dan publik.

Hadir dalam kegiatan itu, Kepala Biro SDM, Organisasi dan Hukum Setjen MPR Dyastasita WB, Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi Setjen MPR Anies Mayangsari Muninggar, Kepala Kantor Kemenag Kota Malang Achmad Shampton dan Kasi Pendidikan Agama Kemenag Kota Malang Abdul Mughni.

Turut hadir, Ketua KKMI dan Kepala MIN 1 Kota Malang Siti Aisah, Ketua Pokja Pengawas Kemenag Kota Malang Chusnul Chotimah, Kepala Madrasah Negeri se kota Malang, perwakilan Madrasah swasta se kota Malang, Kepala SD Qurrota A'yun kota Malang serta siswa siswi dan para guruMIN1, MIN 2, MTsN 1, MTsN 2, MAN 1, MAN 2 dan SD Qurrota A'yun.

Ibu Titi menekankan, FKP bukan sekadar acara seremonial. Forum ini, katanya, adalah salah satu pintu masuk MPR untuk mendengar langsung suara masyarakat. “Selain forum seperti ini, MPR punya banyak akses. Bisa lewat media sosial, email, aplikasi, website, bahkan datang langsung ke Gedung MPR,” ujarnya.

Khusus generasi muda, perempuan pertama dalam sejarah yang menjabat Sesjen MPR RI ini menyebut teknologi digital sebagai jembatan. “Generasi milenial dan Gen Z yang setiap hari bersentuhan dengan media sosial akan lebih mudah mendekat ke MPR lewat jalur digital,” katanya.

Di sela forum, Ibu Titi menerima sebuah buku karya Achmad Shampton berjudul Cahaya Lilin di Birokrasi. Ia menyinggung soal menurunnya minat baca di kalangan pelajar. “Di era modernisasi digital, fisik buku mulai tergeser. Karena itu saya mendukung upaya para guru untuk menumbuhkan kembali minat membaca,” katanya.

Sesi diskusi interaktif menjadi bagian paling hidup. Narasumber dari Setjen MPR, Dyastasita WB memberikan materi tentang Standar Pelayanan Publik MPR.Sedangkan Anies Mayangsari Muninggar membahas materi seputar Layanan Penerimaan Delegasi dan Layanan Informasi MPR. Peserta, terutama guru dan siswa, antusias memberi masukan, pertanyaan, bahkan testimoni. Semua aspirasi itu , nantinya akan dihimpun dan dikaji untuk memperkuat kualitas pelayanan publik MPR.

Forum di Malang ini menegaskan bahwa MPR ingin membuka ruang dialog yang lebih luas. Bukan hanya mendengar dari kalangan elite, tapi juga dari ruang-ruang kelas, madrasah, hingga komunitas pendidikan di daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.