Banjir Landa Sudan, 1.200 Keluarga Mengungsi Mencari Perlindungan
📅 Senin, 06 Okt 2025, 15:48 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP
KHARTOUM - Lebih dari 1.200 keluarga di Sudan mengungsi akibat banjir di Kota Bahri, Negara Bagian Khartoum, kata Organisasi Imigrasi Internasional (IOM) pada Minggu (5/10).
Badan PBB tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa banjir tersebut menghancurkan lima rumah dan menyebabkan sebagian besar rumah mengalami kerusakan sebagian.
Lembaga itu juga mengatakan banyak keluarga lainnya meninggalkan daerah itu untuk mengantisipasi kemungkinan kerusakan akibat banjir, sementara para pengungsi mencari perlindungan di lingkungan masyarakat di sekitarnya.
Baru-baru ini, beberapa wilayah di Sudan mengalami banjir akibat naiknya permukaan air Sungai Nil dan beberapa anak sungainya, Sungai Nil Putih, yang mengalir dari Danau Victoria, dan Sungai Nil Biru, yang mengalir dari dataran tinggi Ethiopia.
Lebih dari 125 ribu orang telah terkena dampak hujan dan banjir di Sudan sejak 30 Juni, menurut statistik pemerintah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sudan biasanya mengalami hujan lebat selama musim hujan, dari Juni hingga Oktober, yang sering memicu banjir tahunan cukup luas.
Banjir tersebut melanda Sudan di tengah perang yang terjadi antara tentara dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) yang merupakan kelompok paramiliter sejak April 2023. Perang tersebut telah menewaskan ribuan orang dan membuat jutaan orang mengungsi. Ant/Anadolu
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!