Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ada Kebun Ganja, Polisi Gerebek Rumah Pasutri WNA di Denpasar Bali

📅 Jumat, 03 Okt 2025, 15:30 WIB | Oleh:
Ada Kebun Ganja, Polisi Gerebek Rumah Pasutri WNA di Denpasar Bali Doc: ANTARA
Ket. Direktur Reserse Narkoba Polda Bali Kombes Pol. Radiant bersama jajaran menunjukkan barang bukti narkotika pohon ganja hidroponik saat konferensi pers di Denpasar, Bali, Jumat (3/10/2025).

DENPASAR - Aparat Kepolisian Daerah Bali mengungkap kejahatan narkoba yang dikendalikan pasangan suami istri warga negara asing asal Belanda dan Russia yang diduga memiliki kebun ganja hidroponik di Ubung, Denpasar.

Direktur Reserse Narkoba Polda Bali Komisaris Besar Polisi Radiant saat konferensi pers di Denpasar, Bali, Jumat, mengatakan pasutri tersebut adalah NR (31), laki-laki asal Belanda, dan KV (33), perempuan asal Rusia.

"Yang bersangkutan adalah suami istri. Ini kami juga mendalami perannya dari si istri ini apa. Apakah dia hanya mengetahui ataukah dia juga banyak membantu? Tetapi, dari hasil pemeriksaan awal, yang bersangkutan masih hanya dia tahu, tapi dia juga tidak bisa melakukan perbuatan apa-apa untuk melaporkan juga karena suami-istri," kata Radiant.

Dia menjelaskan pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait adanya kegiatan mencurigakan, yaitu laboratorium narkotika jenis ganja secara hidroponik yang dilakukan warga negara asing di sebuah rumah kontrakan di Jalan Bina Kusuma IV Ubung Kaja, Denpasar Utara, Bali.

Pada Rabu, 1 Agustus 2025, Tim Ditresnarkoba Polda Bali melalukan penyelidikan di seputaran TKP dan mengamankan dua orang WNA di depan rumah.

Setelah itu, polisi melakukan penggeledahan di dalam rumah tersebut dan benar saja di dalam TKP ditemukan tanaman ganja hidroponik dengan jumlah banyak.

Rumah tersebut dibagi menjadi beberapa ruangan untuk dijadikan tempat pembibitan, penanaman hingga area perkebunan hidroponik pohon ganja tersebut.

"Dari hasil pemeriksaan ditemukan bukti bahwa tersangka membangun atau membuat tenda hidroponik termasuk kelistrikan dan pengairan serta mulai dari penyemaian biji hingga pembibitan pada pot hidroponik, serta area pertumbuhan tanaman ganja yang siap panen," katanya.

Menurut Radiant, kejahatan pasutri tersebut sangat terorganisasi karena masing-masing area dilengkapi dengan sistem pendingin, pengaturan suhu ruangan, penyiraman, pemupukan, lampu pencahayaan, hingga diawasi dengan CCTV.

Berbeda dengan kasus laboratorium narkoba di Sunny Village Desa Tibubeneng dan laboratorium narkoba di Ungasan, Kabupaten Badung, yang diungkap Mabes Polri beberapa waktu lalu, rumah yang disewa pasutri WNA tersebut tidak dilengkapi dengan laboratorium.

Saat ini, hanya NR yang ditetapkan sebagai tersangka sedangkan istrinya masih diperiksa sebagai saksi.

NR dijerat Pasal 111 ayat (2) Undang-Undang Narkotika, yaitu menyimpan, memiliki, dan menguasai narkotika golongan l dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 kilogram atau 5 batang pohon.

Sedangkan KV masih diperiksa sebagai saksi di Mapolda Bali. Polisi masih menggali peran KV dalam kasus tersebut.

"Ini kami masih mendalami dulu apakah untuk perannya yang si istri bisa jadikan tersangka. Saat ini kan masih ada waktu untuk bisa melakukan bahwa yang bersangkutan karena kan kita harus ada bukti-bukti petunjuk untuk menyeret bahwa yang bersangkutan juga ada peran di dalam hal penanaman ganja tersebut," kata Radiant.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.