Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menperin: Generasi Muda Pasar Potensial Industri Batik

📅 Kamis, 02 Okt 2025, 13:42 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Menperin: Generasi Muda Pasar Potensial Industri Batik Doc: istimewa
Ket. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) dalam Perayaan Hari Batik Nasional (HBN) 2025 di Museum Tekstil Jakarta, Kamis (2/10).

JAKARTA-Pasar ekspor memang menjanjikan bagi industri batik nasional. Namun, sebenarnya pasar domestik juga tak kalah menggiurkan, khususnya generasi muda. Dengan semakin membuminya penggunaan batik, anak muda pun kian banyak yang menggunakan batik dalam kehidupan sehari hari.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, selain pasar ekspor, pasar domestik juga menyimpan potensi yang sangat besar. Batik kini digunakan oleh generasi muda tidak hanya untuk acara formal, tetapi juga sebagai bagian dari fesyen sehari-hari. 

"Hal ini membuka peluang strategis bagi industri batik untuk menghadirkan desain yang lebih segar, memanfaatkan pemasaran digital, dan menjaga kualitas agar batik semakin dekat dengan gaya hidup modern anak bangsa,"ungkap Menperin dalam Perayaan Hari Batik Nasional (HBN) 2025 di Museum Tekstil, Jakarta, Kamis (2/10).

Menperin menuturkan, transformasi industri batik kini semakin nyata dengan pemanfaatan teknologi, antara lain, penggunaan kompor listrik batik, katalog digital pewarna alami, pengolahan limbah skala kecil, serta mesin CNC untuk mencetak motif digital. "Inovasi ini adalah langkah penting menuju keberlanjutan dan peningkatan daya saing industri batik di kancah global,"tegasnya.

Kemenperin ucap Menteri Agus senantiasa berkomitmen memperkuat industri batik melalui berbagai program, antara lain pertama, pengembangan SDM industri melalui pelatihan, webinar, dan talkshow.

Kedua, fasilitasi indikasi geografis untuk melindungi kekhasan batik daerah. Ketiga, Penumbuhan wirausaha baru IKM, termasuk melalui pelatihan batik di pesantren, empat, penerapan teknologi industri 4.0 dalam proses produksi batik, lima, revitalisasi sentra IKM batik agar lebih modern dan produktif. Keenam, restrukturisasi mesin/peralatan untuk meningkatkan efisiensi serta promosi dan pameran, baik di dalam maupun luar negeri.

"Kami meyakini, keberhasilan membangun industri batik yang tangguh hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan media,"ungkap Menperin.

Upaya penguatan industri batik ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya Asta Cita ke-5 yakni mewujudkan kedaulatan ekonomi berbasis keunggulan sumber daya nasional dan Asta Cita ke-6, memperkuat budaya bangsa.

Batik adalah contoh nyata bagaimana warisan budaya dapat menjadi kekuatan ekonomi. Dengan memperkuat ekosistem batik nasional, kita bukan sekadar menjaga peninggalan leluhur, melainkan juga membangun fondasi ekonomi kreatif berbasis budaya yang mampu bersaing di tingkat global.

Industri batik nasional merupakan ekosistem besar yang menopang ekonomi dan budaya kita. Saat ini terdapat 5.946 industri batik yang tersebar di lebih dari 200 sentra produksi di 11 provinsi utama. Sektor ini menyerap sekitar 200 ribu tenaga kerja melalui lebih dari 47 ribu unit usaha di lebih dari 101 daerah produksi batik.

Namun, kita juga dihadapkan pada tantangan regenerasi. Berdasarkan data Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI) jumlah perajin batik yang pada tahun 2020 tercatat 151 ribu orang, pada Tahun 2024 turun sampai dengan 101.592 perajin. "Tantangan ini menjadi panggilan bagi kita semua untuk memastikan regenerasi berjalan sehingga batik tetap lestari sebagai budaya dan berkelanjutan sebagai industri,"ungkap Menperin.

Dari sisi kinerja ekonomi, industri batik terus memberikan sinyal positif. Nilai ekspor batik Triwulan I 2025 mencapai 7,63 juta dollar AS atau naik 76,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan pada Triwulan II 2025 masih tumbuh dengan capaian 5,09 juta dollar AS atau naik 27,2 persen dibandingkan periode sama 2024.

"Ini adalah kabar baik, tetapi sekaligus menjadi tantangan untuk terus meningkatkan kualitas, inovasi, dan daya saing,"ujar Menperin.

Pengakuan UNESCO

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Pusat Kota Karawang Akan Memiliki Taman

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pusat Kota Karawang Akan Me...
Megapolitan
Di Era Kepintaran Buatan, E...

Ada Apa Kemendagri dan KPK Bentuk Klaster Integritas Pemda?

56 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Ada Apa Kemendagri dan KPK ...

Toronto Jadi Ajang Bersama Venus dan Eala  

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Toronto Jadi Ajang Bersama ...
Megapolitan
Pengadilan Tinggi Jakarta M...

Daerah Gencarkan Transaksi Menggunakan Sitem QRIS

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Daerah Gencarkan Transaksi ...

Manfaatkan Potongan Harga Tiket Kereta Api

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Manfaatkan Potongan Harga T...

Polres Lombok Timur Pantau Pembelian BBM di SPBU

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
Polres Lombok Timur Pantau ...

Rupiah Masih Rentan, 5 Agustus 2026

1.5 jam yang lalu | Rizky

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan, 5 Agus...
Olahraga
Ajax Resmi Umumkan Kedatang...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Empat TPU di Kota Semarang Sudah Penuh
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.