Gedung Putih: PHK 'Segera Terjadi' Tanpa Ada Tanda-tanda Shutdown Berakhir
📅 Kamis, 02 Okt 2025, 11:11 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: AP
WASHINGTON – Pemerintah federal Amerika Serikat ditutup pada hari Rabu (1/10) tanpa ada tanda-tanda akhir yang mudah, Partai Demokrat berpegang teguh pada tuntutan mereka untuk menyelamatkan subsidi perawatan kesehatan yang ditolak Presiden Donald Trump.
Gedung Putih mengancam akan melakukan PHK missal terhadap pegawai federal dalam hitungan hari, memanfaatkan kesempatan untuk memangkas anggaran pemerintah. Semua pihak saling menyalahkan. Tidak ada pembicaraan baru yang dijadwalkan setelah presiden gagal mencapai kesepakatan dengan para pemimpin kongres minggu ini.
Penutupan (shutdown) pemerintah dimulai pada hari Rabu (1/10) setelah Partai Republik dan Demokrat di Kongres gagal menyetujui rencana pengeluaran baru sebelum batas waktu tengah malam.
Ada sedikit tanda kedua belah pihak bersedia berkompromi, dan pemungutan suara untuk mengakhiri penutupan gagal beberapa jam setelah dimulai.
Senat kemudian menunda sidang, yang menimbulkan kekhawatiran bahwa penutupan tersebut dapat berlarut-larut dan mengancam ratusan ribu pekerjaan serta berisiko merugikan ekonomi AS miliaran dolar dalam bentuk hilangnya produksi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada pengarahan di Gedung Putih pada Rabu sore, Wakil Presiden JD Vance tampil bersama Sekretaris Pers Karoline Leavitt dan menuduh Partai Demokrat memainkan permainan politik.
"Jika mereka begitu khawatir tentang dampak yang ditimbulkan hal ini terhadap rakyat Amerika, dan memang seharusnya begitu, yang seharusnya mereka lakukan adalah membuka kembali pemerintahan, bukan mengeluh tentang cara kita meresponsnya," ujarnya.
Sementara itu, Leavitt mengatakan PHK massal akan terjadi dalam dua hari. "Terkadang kita harus melakukan hal-hal yang tidak ingin kita lakukan," ujarnya. "Demokrat menempatkan kita dalam posisi ini".
Sebaiknya Anda baca juga:
BBC menyebut itu adalah serangan terbaru dalam permainan saling menyalahkan yang sengit antara kedua pihak. Senator Demokrat Chuck Schumer yang sebelumnya menuduh Partai Republik mencoba "mengintimidasi" Partai Demokrat agar menerima rencana pendanaan mereka.
Partai Demokrat ingin mengamankan jaminan pendanaan perawatan kesehatan sebelum mereka menyetujui kesepakatan pengeluaran, sementara Partai Republik ingin menggunakan tindakan sementara untuk menjaga pemerintah tetap buka hingga pertengahan November dan didanai pada tingkat saat ini.
Partai Demokrat mengatakan mereka mengizinkan pemerintah untuk tutup dalam upaya bernegosiasi demi menyelamatkan tunjangan kesehatan bagi warga Amerika berpenghasilan rendah. Mereka mengatakan upaya negosiasi dengan Partai Republik mengenai tunjangan ini sejauh ini belum berhasil.
"Mengapa mereka memboikot negosiasi? Saya belum pernah menyaksikan hal seperti ini seumur hidup saya," kata Senator Chris Murphy, seorang Demokrat dari Connecticut, tentang Partai Republik. "Intinya, pemerintah akan terbuka ketika Partai Republik serius berbicara dengan Partai Demokrat."
Sementara itu, Partai Republik - yang mengendalikan kedua kamar Kongres tetapi tidak memiliki 60 suara yang dibutuhkan untuk meloloskan rancangan undang-undang pendanaan - mengatakan manfaat perawatan kesehatan ini bukanlah prioritas, melainkan menjaga agar pemerintah tetap beroperasi.
"Ini bukan tentang siapa yang menang atau siapa yang kalah atau siapa yang disalahkan dan sebagainya," kata Pemimpin Mayoritas Senat John Thune. "Ini tentang rakyat Amerika. Dan [Demokrat] telah menyandera rakyat Amerika dengan cara yang mereka pikir menguntungkan mereka secara politik."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!