Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Rabies, Pasaman Barat Suntikkan 3.500 Dosis Vaksin ke Hewan Peliharaan

📅 Kamis, 02 Okt 2025, 19:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Rabies, Pasaman Barat Suntikkan 3.500 Dosis Vaksin ke Hewan Peliharaan Doc: Antara Foto
Ket. Petugas kesehatan hewan saat memberikan vaksin anti rabies kepada hewan ternak warga di daerah itu beberapa waktu lalu.

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan telah memberikan 3.500 dosis vaksin antisipasi rabies kepada hewan peliharaan seperti anjing, kucing dan kelinci.

"Pemberian vaksin itu dilakukan pada periode Januari-Agustus 2025. Hingga akhir tahun stok vaksin masih mencukupi," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Perkebunan dan Peternakan Pasaman Barat Ikhsan di Simpang Empat, Kamis.

Menurutnya selama delapan bulan itu ditemukan 105 kasus gigitan hewan pada manusia dan terhadap hewan itu telah diberikan vaksin anti rabies.

"Saat ini ada stok vaksin 400 lagi. Bagi masyarakat yang ingin hewan peliharaannya divaksin silahkan hubungi petugas kesehatan hewan yang ada bisa melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan," katanya.   

Pihaknya terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat pemilik hewan peliharaan.

"Komunikasi edukasi terus kita lakukan baik kepada masyarakat juga kepada pengurus olah raga buru babi yang ada," katanya.

Dia mengimbau kepada masyarakat kalau ada gigitan hewan penular rabies seperti anjing, kucing, monyet dan lainnya agar melapor ke petugas hewan terdekat atau puskesmas.

Terhadap hewan peliharaan itu diharapkan terlebih dahulu dikurung dan dilakukan suntik vaksin terhadap hewan itu. Vaksin juga diberikan kepada orang yang tergigit

"Hewannya dikarantina dan diperhatikan selama 14 hari seandainya hewan itu mati maka akan diperiksa ke laboratorium hewan di Bukittinggi untuk memastikan positif atau tidaknya rabies," katanya.  

Bagi korban tergigit hewan, katanya, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah mencuci bekas gigitan dengan air mengalir pakai sabun.

Jika ada tanda-tanda yang mencurigakan maka segera lapor ke petugas untuk diberikan vaksin oleh petugas kesehatan antisipasi rabies.

"Saat ini dokter hewan di puskeswan yang ada ada enam orang dan 16 orang paramedik," katanya.

Dia menambahkan populasi terakhir hewan ternak di Pasaman Barat pada 2024 untuk sapi berjumlah 23.420 ekor, kerbau 1.081 ekor, kambing 15.649 ekor, domba 31 ekor dan babi 265 ekor.

Lalu ayam buras 331.510 ekor, ayam petelur 923.662 ekor, ayam ras pedaging 1.447.488 ekor, itik 26.202 ekor, burung puyuh 12.500 ekor, kelinci 478 ekor dan anjing 26.112 ekor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.