Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pedagang Ikan Asap Bandarharjo Semarang Akan Dibuatkan Jembatan Mempermudah Pembeli Datang

📅 Selasa, 13 Jan 2026, 03:16 WIB | Oleh:
Pedagang Ikan Asap Bandarharjo Semarang Akan Dibuatkan Jembatan Mempermudah Pembeli Datang Doc: ist
Ket. sentra ikan asap

SEMARANG – Untuk mempermudah para pembeli datang ke sentra ikan asap, maka Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, akan membangun jembatan. Jembatan ini menjadi sarana menuju Sentra Pengasapan Ikan di Bandarharjo, Semarang Utara. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti dalam pernyataan di Semarang, Senin, mengatakan bahwa jembatan menjadi akses kunci menuju sentra usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) itu.

Jembatan tersebut akan membentang sepanjang 45 meter melintasi Sungai Baru Semarang dan menghubungkan Kelurahan Panggung Lor melalui Jalan Tanjung Mas Raya dengan Kelurahan Bandarharjo melalui Jalan Lodan. Ia berharap keberadaan jembatan tersebut dapat meningkatkan aksesibilitas menuju Sentra UMKM Pengasapan Ikan Bandarharjo, sekaligus mendorong peningkatan perekonomian warga setempat.

Untuk mendukung akses menuju jembatan tersebut, Pemkot Semarang juga merencanakan pembetonan Jalan Lodan pada tahun 2026 melalui Dinas Pekerjaan Umum sebagai upaya mendukung akses menuju kawasan Bandarharjo dan sekitarnya. Pembetonan jalan tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga sekaligus menunjang aktivitas di kawasan Sentra Pengasapan Ikan Bandarharjo.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan jembatan menuju Sentra Pengasapan Ikan Bandarharjo itu merupakan salah satu bukti komitmen Pemkot Semarang untuk terus melanjutkan pembangunan dan penataan infrastruktur, khususnya di kawasan Semarang Utara. "Kami komitmen ke Semarang Utara, harus tetap bangun terus. Ya, walaupun ada penurunan tanah dan lain-lain itu, kita akan tetap proses untuk menyesuaikan," katanya.

Selain rencana pembetonan Jalan Lodan, Pemkot Semarang melalui DPU pada 2025 juga telah melakukan pembetonan Jalan Komodor Yos Sudarso sepanjang 253 meter. "Pekerjaan ini menjadi satu bentuk peningkatan kualitas infrastruktur jalan di wilayah Semarang Utara," katanya.

UMKM Ramah Lingkungan

Sementara itu, Pemerintah Kota Semarang berkomitmen untuk terus mendorong sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar berkembang, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, di Semarang, Minggu, mencontohkan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kampung Mangut, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara.

Kampung Mangut Bandarharjo dikenal sebagai sentra produksi mangut, salah satu kuliner khas Kota Semarang, dengan aktivitas pengolahan ikan yang dilakukan setiap hari oleh warga. Untuk mengantisipasi dampak limbah cair hasil produksi, kata dia, Pemkot Semarang membangun IPAL komunal yang berfungsi mengolah limbah sebelum dibuang ke saluran lingkungan.

Ia juga menyempatkan meninjau dan berdialog langsung dengan warga Kampung Mangut dan para pelaku UMKM di kawasan tersebut. Menurut dia, keberadaan IPAL menjadi elemen penting agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan warga sekitar.

"Bandarharjo ini adalah contoh bagaimana kampung tematik bisa tumbuh menjadi kekuatan ekonomi warga. Namun, pertumbuhan itu harus diiringi dengan pengelolaan lingkungan yang baik," katanya. Karena itu, kata dia, fasilitas IPAL hadir untuk memastikan produksi mangut tetap berjalan tanpa mencemari lingkungan.

Tak lupa, ia juga mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam mengelola IPAL di Kampung Mangut secara bersama-sama. Sebab, keberhasilan infrastruktur lingkungan tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kesadaran dan komitmen warga dalam merawat serta memanfaatkannya secara berkelanjutan.

Agustina akan terus mendorong peningkatan kualitas kampung-kampung tematik, khususnya yang berbasis UMKM dan kuliner, dengan melengkapi fasilitas pendukung seperti sanitasi, pengolahan limbah, dan penataan lingkungan. "Ini sejalan dengan upaya mewujudkan Kota Semarang yang sehat, produktif, dan berwawasan lingkungan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.