BPJS Ketenagakerjaan Diminta Bantu Iuran Jaminan Sosial bagi Pekerja Lepas
📅 Kamis, 02 Okt 2025, 14:22 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar mendorong BPJS Ketenagakerjaan untuk membantu biaya iuran jaminan sosial bagi pekerja lepas, seperti penata rias hingga penulis buku.
“Untuk pekerja lepas ini kita minta Direktur BPJS kasih bantuan untuk asuransi sosialnya BPJS Ketenagakerjaannya,” kata Menko PM Muhaimin Iskandar dalam keterangan di Jakarta, Kamis (2/10).
Hal tersebut disampaikan dalam dialog interaktif bersama pegiat seni, mahasiswa, dan masyarakat umum di kawasan wisata Pantai Koepan LLKB di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTB).
Menurut dia, keberadaan para pekerja lepas harus diapresiasi dan mendapatkan perhatian. “Para pekerja lepas ini harus dikasih penghargaan. Karena mereka-mereka ini secara mandiri, kuat, kokoh membangun ekonomi tanpa campur tangan siapapun, karena itu harus mendapatkan perhatian,” kata Menko Muhaimin Iskandar.
Menko Muhaimin Iskandar pun menyampaikan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat berkomitmen dalam mencari solusi untuk lebih menyejahterakan dan melindungi para pekerja lepas.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kita akan cari jalan cepat untuk mengatasi problematika para pekerja lepas ini yang memang rumit,” ujarnya.
Di sisi lain Menko Muhaimin menekankan pemerintah juga telah memberikan bantuan iuran kepada para pekerja informal melalui paket stimulus ekonomi 8+4+5.
Ia menuturkan paket stimulus ekonomi itu sebagai bukti nyata keseriusan pemerintah dalam melindungi para pekerja informal yang berkontribusi signifikan pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ada paket program yang dibantu pemerintah, misalnya untuk jaminan sosial kecelakaan dan jaminan sosial kematian,” kata Menko Muhaimin Iskandar.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Makassar Nielma Palamba menyebut jumlah pekerja rentan di daerah itu yang mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan terus bertambah.
Pada sektor pekerja rentan atau informal tercatat 35.672 pekerja, termasuk penyandang disabilitas yang telah dilindungi dengan total manfaat klaim mencapai Rp5,97 miliar.
"Pada Oktober 2025 nanti akan ada tambahan 45.685 pekerja rentan yang segera terdaftar berdasarkan data sosial ekonomi nasional," ungkap Nielma pada peluncuran Program Makassar Berjasa (Berbagi Jaminan Sosial) di Makassar, Selasa.
Dengan capaian tersebut, Universal Coverage Jamsostek di Kota Makassar telah mencapai 63,47 persen, melampaui target nasional tahun 2025 sebesar 57,10 persen.
"Capaian ini membuktikan bahwa Pemkot Makassar serius memperluas perlindungan tenaga kerja sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem melalui jaminan sosial," ujar Nielma.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!