Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertumbuhan Ekonomi Kamboja Merosot Imbas Konflik dengan Thailand

📅 Selasa, 30 Sep 2025, 21:22 WIB | Oleh:
Pertumbuhan Ekonomi Kamboja Merosot Imbas Konflik dengan Thailand Doc: AFP

PHNOM PENH - Asian Development Bank (ADB) pada Selasa (30/9) merevisi turun proyeksi pertumbuhannya untuk Kamboja dari 6,1 persen menjadi 4,9 persen untuk 2025 akibat ketegangan di perbatasan dengan Thailand dan kenaikan tarif Amerika Serikat (AS).

Bank pemberi pinjaman tersebut juga menurunkan proyeksi pertumbuhan negara kerajaan itu untuk 2026 menjadi 5 persen dari proyeksi sebelumnya sebesar 6,2 persen.

"Ekonomi berkinerja baik pada paruh pertama (H1) 2025, tetapi paruh kedua (H2) diperkirakan melemah akibat ketegangan di perbatasan dengan Thailand dan dampak berkepanjangan dari ketidakpastian kebijakan perdagangan AS," kata ADB dalam pernyataan persnya.

Pada 1 Agustus, AS memberlakukan tarif 19 persen untuk semua barang impor dari Kamboja.

Country Director ADB untuk Kamboja Jyotsana Varma mengatakan kenaikan harga pangan yang lebih rendah dari perkiraan dan penurunan biaya bahan bakar membantu meredakan inflasi, sementara aktivitas industri tetap kuat.

"Ke depannya, ada ruang untuk pemulihan berkelanjutan di sektor konstruksi dan pariwisata, bersamaan dengan pertumbuhan yang stabil di sektor pertanian, yang bersama-sama menghasilkan ekspansi yang lebih seimbang dan berkelanjutan," katanya.

Menurut pernyataan pers tersebut, inflasi secara tahunan (year-on-year/yoy) turun tajam dari 6 persen pada Januari menjadi 1,6 persen pada Juni, dan inflasi diperkirakan mencapai rata-rata sekitar 2 persen pada 2025 dan 2026.

Industri tetap menjadi mesin pertumbuhan utama.

Ekspor pakaian melonjak 22,2 persen (yoy) pada paruh pertama 2025, yang sebagian disebabkan oleh pembeli AS yang menimbun barang sebagai antisipasi kenaikan tarif impor Kamboja, menurut pernyataan tersebut.

Pertumbuhan sektor jasa diperkirakan akan melambat menjadi 2,8 persen pada 2025 dan 2,6 persen pada 2026, imbuh pernyataan itu, seraya menambahkan bahwa pariwisata menunjukkan pemulihan berkelanjutan pada paruh pertama 2025 dengan peningkatan kedatangan dari Tiongkok.

"Namun, terjadinya ketegangan di perbatasan dengan Thailand diperkirakan akan meredam pariwisata dan membebani aktivitas jasa yang lebih luas pada paruh kedua tahun ini dan seterusnya," menurut pernyataan pers itu.

Sektor pertanian diperkirakan akan tumbuh sebesar 1,1 persen pada 2025 dan 2026, didukung oleh permintaan ekspor yang berkelanjutan dan antisipasi kembalinya pekerja pertanian dari Thailand pada paruh kedua tahun ini, papar pernyataan pers tersebut. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Boleh Juga Jalan-jalan ke K...
Daerah
Skabies Menyerang Warga Bin...
Daerah
Antisipasi Banjir, Pemkot D...
Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.