Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kualitas Udara Jakarta Minggu Pagi Terburuk ke-5 di Dunia

📅 Minggu, 28 Sep 2025, 08:00 WIB | Oleh:
Kualitas Udara Jakarta Minggu Pagi Terburuk ke-5 di Dunia Doc: ANTARA
Ket. Suasana gedung bertingkat yang terlihat samar karena polusi udara di Jakarta, Kamis (6/3/2025).

JAKARTA - Kualitas udara di Jakarta pada Minggu (28/9) pagi menduduki posisi lima besar sebagai kota dengan udara terburuk di dunia dan masuk dalam kategori udara tidak sehat.

Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.55 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di posisi kesembilan terburuk di dunia dengan angka 148 atau masuk dalam kategori tidak sehat.

Polusi udara Jakarta, yakni PM2.5 dan nilai konsentrasi 54,5 mikrogram per meter kubik, yang berarti tingkat kualitas udaranya tidak sehat bagi kelompok sensitif karena dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif, atau dapat menimbulkan kerusakan pada tumbuhan maupun nilai estetika.

Sedangkan kategori sedang berarti tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan, tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100.

Lalu, kategori baik, yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.

Kemudian, kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Terakhir, berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius terhadap populasi.

Kota dengan kualitas udara terburuk urutan pertama, yaitu Kota Doha, Qatar, yang berada di angka 240, urutan kedua Lahore, Pakistan, dengan angka 184, urutan ketiga Kinshasa Democratic di angka 172, dan keempat Baghdad, Irak, dengan angka 154.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat direkomendasikan agar selalu mengenakan masker saat berada di luar ruangan, menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor dan menyalakan penyaring udara.

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyemprotkan 4.000 liter air berbentuk kabut (water mist) di sejumlah lokasi strategis di ibu kota untuk menekan polusi udara, yang juga sekaligus menjadi bagian dari rangkaian pra-kegiatan "Jakarta Eco Future Fest (JEFF) 2025".

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto di Jakarta, Kamis (18/9), mengatakan penyemprotan itu dilakukan di kawasan padat aktivitas, di antaranya Dukuh Atas, TB Simatupang, Fatmawati, Bundaran HI, MH Thamrin serta Lapangan Banteng.

Langkah tersebut turut membantu menurunkan partikel polutan, khususnya PM2.5, sekaligus menciptakan ruang publik yang lebih sehat.

Selain penyemprotan, pihaknya juga menyiagakan "mobile videotron" yang menayangkan pesan-pesan edukasi mengenai pengendalian polusi udara.

Melalui sarana itu, masyarakat diajak agar lebih sadar melakukan langkah-langkah sederhana guna menjaga kualitas udara, antara lain dengan rutin uji emisi kendaraan dan beralih ke transportasi umum.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Peluang Melemah Terbuka, 22...
Megapolitan
BPBD Tangerang Antisipasi D...

Menanam bambu untuk menjaga mata air

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Menanam bambu untuk menjaga...
Pelari dari 17 Negara Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026

Pelari dari 17 Negara Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.