Wamen Ekraf Tekankan Pentingnya Ekspresi Kreatif Generasi Muda
📅 Sabtu, 27 Sep 2025, 17:05 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: RRI/Aditya Prabowo
JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (WamenEkraf) Irene Umar menekankan pentingnya memberikan ruang seluas-luasnya bagi karya anak-anak untuk ditampilkan kepada publik. Menurut Irene, kehadiran Kementerian Ekraf bertujuan membuka akses ruang publik agar karya generasi muda bisa dikenal luas.
“Dengan kehadiran Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf), kita mencoba untuk membukakan sebesar-besarnya ruang publik supaya hasil karya teman-teman bisa diperlihatkan kepada dunia. Suara-suara dari kalian semua, anak-anak maupun orang dewasa, sangat penting dan layak didengar dunia,” kata Irene Umar saat memberikan sambutan di acara Literasi Karya Raya 2025 di Perpustakaan Jakarta, Cikini, Jumat (26/9).
Selain itu, Irene juga menekankan bahwa mengekspresikan perasaan dan imajinasi penting bagi perkembangan generasi muda. Ia turut memberikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mendorong anak-anak mereka untuk berkarya dan berekspresi.
“Kalau ada yang dirasakan, sampaikan dan kalau tidak bisa dengan kata-kata, mari kita menulis dan menggambarkannya jangan disimpan di dalam. Saya terima kasih sekali kepada bapak dan ibu yang mendorong anak-anaknya dan memberikan ruang untuk berekspresi, ini penting sekali,” ucap dia.
Sementara, Ajang Literasi Karya Raya 2025 mencatat capaian membanggakan dengan diterbitkannya 1.870 karya buku anak dan remaja. Seluruh karya tersebut dipamerkan di Perpustakaan Jakarta, Cikini, pada 6 September hingga 25 September 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono, menyampaikan bahwa 70 persen karya berasal dari anak-anak Jakarta. Sementara, 30 persen lainnya berasal dari luar Jakarta, termasuk dari pelajar Indonesia di luar negeri.
“Pada penyelenggaraan tahun 2025 malam ini, kami mencatat capaian yang sangat membanggakan. Sebanyak 1.870 buku karya anak dan remaja berhasil diterbitkan dan dipamerkan. 70 persennya produk dari anak-anak Jakarta, dan 30 persen lainnya berasal dari luar Jakarta, bahkan ada dari luar negeri,” ujar Nasruddin. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!