Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bandara Gewayantana Larantuka kembali Beroperasi Layani Penerbangan

📅 Sabtu, 27 Sep 2025, 23:18 WIB | Oleh:
Bandara Gewayantana Larantuka kembali Beroperasi Layani Penerbangan Doc: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
Ket. Bandar Udara (Bandara) Gewayantana Larantuka di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Manggarai Barat -- , 26/9 (ANTARA) - Bandar Udara (Bandara) Gewayantana Larantuka di Kabupaten Flores Timur kembali beroperasi dan melayani penerbangan setelah penutupan sementara karena terdampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Hari ini Bandara Gewayantana, Larantuka  beroperasi normal," kata Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Gewayantana, Larantuka, Puguh Lukito dihubungi dari Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Jumat.

Ia menambahkan bandara di ujung Pulau Flores itu sebelumnya ditutup sementara selama dua hari terakhir yakni pada 24-25 September 2025.

"Penerbangan cancel enam hari," ujarnya.

Ia juga menjelaskan pada Jumat ini terdapat satu penerbangan keberangkatan yakni rute Larantuka-Kupang oleh maskapai penerbangan Wings Air.

"Monitoring dan evaluasi terus dilakukan berdasarkan dinamika erupsi yang terjadi mengacu pada data data Ash Notice to Airmen (ASHTAM) yang diterbitkan," katanya.

Melansir dari MAGMA Indonesia, Gunung Ili Lewotolok dalam periode pengamatan laporan per enam jam, tanggal 26 September 2024 pukul 12.00-24.00 Wita dilaporkan terdapat sebanyak 78 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 6.5-18.5 mm dan lama gempa 44-64 detik.

Selanjutnya, dilaporkan juga sebanyak 66 kali gempa hembusan dengan amplitudo 2.6-9.1 mm dan lama gempa 28-45 detik, satu kali gempa harmonik dengan amplitudo 2.3 mm dan lama gempa 127 detik.

Selanjutnya tiga kali gempa tremor non-harmonik dengan amplitudo 1.7-4.3 mm, dan lama gempa 88-183 detik.

Tingkat aktivitas Gunungapi Ili Lewotolok Level III (Siaga). Karena itu masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung, pendaki atau wisatawan diimbau agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius tiga kilometer (km) dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

Warga juga diimbau mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran atau longsoran lava dan awan panas dari sektor Selatan dan Tenggara, sektor barat serta sektor timur laut Gunung Ili Lewotolok.

Warga diimbau untuk tidak panik jika mendengar suara gemuruh atau dentuman dari kawah Gunung Ili Lewotolok karena suara tersebut merupakan ciri aktivitas gunung api yang sedang dalam fase erupsi.

Suara dentuman yang keras dapat mengakibatkan getaran yang kuat pada beberapa bagian bangunan terutama jendela kaca dan pintu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.