Isi Liburan dengan Menikmati Jejak Sejarah Bank Indonesia
📅 Jumat, 26 Sep 2025, 17:30 WIB | Oleh: SujarDalam perjalanannya, De Javasche Bank mengawali jejak lahirnya Bank Indonesia. Meski Jepang pada akhirnya menguasai Hindia Belanda, bank ini tetap berfungsi sebagai bank sentral hingga kemerdekaan Indonesia pada 1945.
Akhirnya, Indonesia pun berhasil menjadikan bangunan yang menjadi cikal bakal lahirnya bank sentral Indonesia pada 1963. Namun, bangunan megah ini pada 2006 diubah fungsinya menjadi museum, dan pada 21 Juli 2009 diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Setelah beralih fungsi menjadi Museum Bank Indonesia, masyarakat luas bisa lebih leluasa belajar sejarah lahirnya Bank Indonesia, bahkan beragam informasi seperti kebijakan moneter dan sistem pembayaran yang terus berubah sesuai perkembangan zaman.
Yang membuat takjub, di dalam bangunan megah Museum Bank Indonesia ini juga terdapat tiruan emas batangan yang ditempatkan di ruangan khusus. Pengunjung dapat memegang emas batangan tiruan itu, di mana beratnya juga dibuat sama dengan emas aslinya sekitar 13 kilogram.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain mempunyai koleksi sejarah, pengunjung juga bisa memanfaatkan fasilitas lain, seperti pusat informasi Bank Indonesia, ruang auditorium, dan beberapa lokasi lainnya.
Museum Bank Indonesia merupakan salah satu tempat bersejarah yang menyimpan banyak informasi penting mengenai sejarah dan perkembangan sistem keuangan di Tanah Air dan memiliki nilai edukasi yang paripurna tentang kebanksentralan.
Dengan arsitektur yang indah, koleksi yang beragam dan lengkap, serta edukasi yang dilakukan pengelola, Museum Bank Indonesia menjadi tujuan wisata edukasi prioritas yang menarik untuk mengenal lebih dalam tentang sejarah lahirnya Bank Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!