Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada! Pola Promosi Judol Berubah, Media Sosial Jadi Sasaran Utama

📅 Jumat, 17 Jul 2026, 09:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waspada! Pola Promosi Judol Berubah, Media Sosial Jadi Sasaran Utama Doc: ANTARA FOTO/ Aprillio Akbar
Ket. Ilustrasi - warga melihat iklan judi online melalui gawainya.

JAKARTA – Maraknya modus baru promosi judi online (judol) di media sosial menunjukkan bahwa pelaku terus beradaptasi mengikuti perubahan perilaku pengguna dan perkembangan teknologi digital.

Kondisi ini menuntut penguatan pengawasan platform digital, peningkatan literasi masyarakat, serta penegakan hukum yang lebih adaptif agar ruang digital tidak menjadi sarana normalisasi praktik perjudian.

Tanpa langkah yang komprehensif, modus baru tersebut berpotensi menjangkau lebih banyak korban, terutama kalangan remaja dan pengguna media sosial yang aktif.

Perusahaan keamanan siber Kaspersky mengungkapkan pola penyebaran konten dan promosi judi online saat ini mengalami perubahan signifikan, dari yang sebelumnya mengandalkan situs web dan iklan digital menjadi memanfaatkan akun media sosial palsu dan sistem otomatis.

Country Manager Kaspersky di Indonesia Defi Nofitra menyebut promosi judi online kini semakin sering muncul melalui spam komentar pada unggahan viral, akun media sosial dengan tingkat interaksi tinggi, pesan pribadi, tautan sementara, hingga penyingkat URL.

"Kita melihat pergeseran yang jelas dari situs web statis dan iklan banner menuju metode distribusi yang sangat adaptif dan otomatis," kata Defi dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA, Kamis.

Menurutnya, beberapa tahun lalu promosi judi online relatif mudah dikenali karena umumnya menggunakan situs khusus atau iklan digital. Namun, kini konten promosi kerap disamarkan sebagai interaksi pengguna biasa sehingga membuat upaya penumpasan dan moderasi konten menjadi lebih menantang.

Defi menilai penyebaran konten menggunakan bot yang bekerja secara otomatis menjadi salah satu faktor utama yang mendorong masifnya penyebaran promosi judi online.

Bot dapat digunakan untuk menerbitkan ribuan komentar dalam waktu singkat, membuat akun baru setelah akun lama diblokir, serta mengubah kata kunci dan gaya bahasa untuk menghindari sistem deteksi otomatis.

"Alih-alih menggantikan manusia sepenuhnya, bot dan otomatisasi memperkuat skala dan kecepatan kampanye ini," ujar Defi.

Fenomena tersebut terlihat dari maraknya komentar spam yang mempromosikan judi online pada berbagai unggahan populer di media sosial.

Defi menilai lonjakan komentar judi online di media sosial menunjukkan promosi praktik ilegal tersebut telah berkembang menjadi operasi yang terorganisasi dan menjadi sebuah industri, bukan lagi aktivitas yang dilakukan secara terisolasi.

Ia juga menyoroti data Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) yang mencatat lebih dari 1,3 juta konten terkait judi online telah diblokir sepanjang periode Oktober 2024 hingga Mei 2025. Angka tersebut menunjukkan besarnya skala promosi perjudian ilegal yang masih beredar di ruang digital.

Karena itu, Defi menilai pemberantasan judi online tidak cukup hanya dilakukan melalui pemblokiran situs web, tetapi memerlukan kolaborasi yang lebih erat antara berbagai pihak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.